News  

Hujan Deras dan Angin Kencang Sejak Jumat Siang Picu Banjir di Gunungkidul, Pantai Baron Meluap hingga Akses Jalan Sempat Terputus

Banjir di Gunungkidul/Foto: Istimewa

bernasnews– Hujan deras dan angin kencang mengguyur wilayah Kabupaten Gunungkidul sejak Jumat siang dan terus berlangsung tanpa henti hingga malam hari.

Intensitas hujan yang tinggi memicu genangan air di sejumlah titik, bahkan menyebabkan banjir cukup parah di kawasan pesisir selatan, khususnya Pantai Baron, Kecamatan Tanjungsari.

Banjir di Gunungkidul

Sejak siang hari, hujan turun secara terus-menerus tanpa jeda. Kondisi cuaca ekstrem tersebut membuat debit air meningkat tajam hingga meluap ke kawasan permukiman, fasilitas umum, serta akses jalan utama menuju kawasan wisata pantai. Hingga Jumat tengah malam, genangan air justru terus meninggi karena hujan belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Ketua Kelompok Nelayan Pantai Baron, Sugeng Titin, menyampaikan bahwa hujan mulai turun sejak Jumat sebelum waktu salat Jumat. Air kemudian terus naik secara perlahan dan mulai mengkhawatirkan pada malam hari.

“Sejak siang hujan tidak berhenti. Sekitar pukul 20.00 WIB, air sudah mencapai bibir dermaga,” ujar Sugeng.

Melihat kondisi tersebut, para nelayan segera bertindak cepat. Mereka mengevakuasi perahu-perahu nelayan ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari kerusakan akibat hantaman arus dan genangan air.

Di saat yang sama, para pedagang di kawasan Pantai Baron juga bergerak menyelamatkan barang dagangan mereka karena air mulai masuk ke area lapak.

Menjelang tengah malam, situasi semakin memburuk. Air menggenangi kompleks lapak pedagang dan area parkir dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa. Kondisi tersebut memaksa seluruh aktivitas di kawasan Pantai Baron berhenti total.

“Kami terus siaga dan memantau kondisi karena air masih naik,” tambah Sugeng.

Tidak hanya Pantai Baron, banjir juga merendam kawasan pendidikan di wilayah Tanjungsari. Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah Operasi 2, Surisdiyanto, mengungkapkan bahwa kompleks SMKN 1 Tanjungsari ikut terendam banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter di beberapa titik.

“Wilayah ini memang langganan banjir setiap tahun, tetapi kali ini kondisinya cukup merepotkan karena genangan lebih tinggi dan berlangsung lama,” jelas Surisdiyanto.

Dampak Banjir

Banjir juga berdampak serius pada akses transportasi. Jalan utama menuju Pantai Baron sempat terputus karena genangan air yang cukup tinggi dan arus yang deras. Kendaraan tidak dapat melintas sehingga akses menuju kawasan pantai tertutup sementara.

“Akses jalan Baron sempat tidak bisa dilalui karena arus air deras dan ketinggian genangan membahayakan pengguna jalan,” tambahnya.

Selain Tanjungsari, wilayah lain di Gunungkidul juga mengalami dampak serupa. Di Banjarejo, Kecamatan Semanu, banjir merendam kompleks kandang kambing milik warga. Air juga menggenangi kawasan Pasar Hewan Semanu hingga masuk ke sejumlah ruko di sekitar lokasi pasar.

Hingga tengah malam, genangan air di wilayah Semanu masih belum surut. Warga setempat terus berjaga dan mengamankan barang-barang berharga untuk mengantisipasi kemungkinan air kembali naik.

Pihak terkait mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan banjir, agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

Hujan deras dan angin kencang diperkirakan masih berpotensi terjadi dan dapat memperparah kondisi banjir di sejumlah titik di Kabupaten Gunungkidul. (ef linangkung)