bernasnews – Trah Singo Pawiro Wijayan (SPW) setiap tahun mengadakan temu tahunan yang berlangsung meriah dan penuh keakraban. Tahun 2025, pertemuan bertajuk “Guyup rukun temu seneng” tersebut akan diadakan di Jobin Abang Gampingan, Yogyakarta, Minggu (28/12) pukul 10.00 WIB sampai selesai. Bertindak sebagai tuan rumah pertemuan ini adalah keluarga Trah Beji dan Trah Klaten. Pertemuan ini selalu dinantikan dengan suka cita oleh keluarga trah.
Foto lima orang ibu SPW yang sudah almarhumah selalu terpasang di spanduk temu tahunan trah. Mereka adalah Yosephine Mursiyem (Trah Beji), Th. Suratijah (Trah Ngampilan), M. Suratmi (Trah Gampingan), Juwariyah (Trah Klaten) dan Wahini (Trah Prambanan). Seolah mereka selalu hadir dan memberikan berkat melimpah bagi keluarga trah. Desain spanduk tahun 2025 karya A.B. Marsatriantoro dari Trah Beji.
Kepada bernasnews, Ketua Trah SPW Yohanes Sunardi mengemukakan, paguyuban trah keluarga ini berdiri pada tahun 2015. Jadi agenda tahun 2025 adalah pertemuan yang kesepuluh kalinya. Selama sepuluh tahun terakhir ini sudah ada pengurangan dan penambahan anggota baru. Yang berkurang adalah mereka yang meninggal, sedangkan yang bertambah yakni lahirnya anggota keluarga baru.
“Sebagai anak cucu dari lima orang ibu Singo Pawiro Wijaya kami memandang penting membentuk paguyuban trah karena anggota kami akan berkurang dan sekaligus bertambah. Namun secara keseluruhan, jumlah anggota kami semakin banyak. Maka kalau tidak dihimpun dan diadakan pertemuan rutin, kami khawatir akan terjadi ‘kepaten obor’ atau saling tidak tahu atau tidak kenal dan akhirnya putus hubungan,” kata dia.
Pertemuan tahunan kesepuluh Trah SPW 2025 akan dimeriahkan dengan penampilan seni masing-masing anggota trah, kado silang, doorprize dan live musik. Masing-masing anggota trah menggunakan dress code berbeda. Untuk panitia pelaksana Beji dan Klaten dengan nuansa merah. (mar)












