News  

Uji Coba Gowes Wisata Jelajah “Njeron Beteng Kraton Jogja”

Ngejaman

bernasnews — Forum Komunikasi Pokdarwis Njeron Beteng (Kelurahan Panembahan, Kadipaten dan Patehan) menyelenggarakan uji coba “Gowes Jelajah Njeron Beteng”, pada hari Jumat, 19 Desember 2025. Kegiatan tersebut didukung oleh Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta dan Komisi B DPRD Kota Yogyakarta. Start dan finish di Resto “Joglo Njeron Beteng”, Jalan Siliran Lor, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta.

“Peserta uji coba sebanyak 25 orang yang merupakan undangan mewakili Kantor Bank Indonesia DIY, OJK DIY, Bank BPD DIY, Bank Jateng Kantor Cabang Yogyakarta, GIPI DIY, Perbarindo DIY, ISEI Cabang Yogyakarta, KAFEGAMA DIY dan Komunitas Sepeda di Yogyakarta,” kata Y. Sri Susilo, Koordinator Forum Komunikasi Pokdarwis Njeron Beteng, Selasa (23/12/2025).

“Hadir juga sebagai peserta antara lain Sri Darmadi Sudibyo, Kepala KPwBI DIY; Dian Ari Ani, Direktur Kepatuhan Bank BPD DIY; Bobby Ardiyanto SA, Ketua GIPI DIY, dan Gunawan H. Baskoro, Pimca Bank BPD DIY Senopati,” imbuh Susilo, yang juga Ketua Pokdarwis Panembahan Gumregah.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan dan Kepala Dinas Pariwisara Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko, hadir dan bergabung setelah peserta memasuki finish. Dalam kesempatan tersebut Wawaan Harmawan memberikan apresiasi kepada Forum Komunikasi Pokdarwis Kota Yogyakarta yang telah menyelenggarakan event uji coba gowes tersebut.

“Event ini merupakan salah satu upaya untuk mengenalkan potensi wisata Njeron Beteng Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat,” ujar Wakil Wali Kota Yogyakarta, dalam sambutannya.

Menurut Wawan Harmawan, wisata Njeron Beteng tidak hanya Kraton dan Situs Tamansari saja, namun masih banyak situs bangunan cagar budaya yang dapat dikenalkan kepada masyarakat, seperti misalnya Masjid Sela dan Ndalem Mangkubumen.

“Di samping itu masih banyak aktivitas seni dan budaya layak “dijual” kepada wisatawan seperti misalnya latihan menari, latihan karawitan, jemparingan dan bregodo,” ungkapnya.

Hal senada dengan Wawali juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko, bahwa Wisata Njeron Beteng sangat potensial untuk mendukung daya tarik wisata Kota Yogyakarta. Menurutnya, kawasan Njeron Beteng mempunyai daya tarik wisata yang menarik bagi wisatawan Nusantara dan mancanegara.

Wilayah tersebut mempunyai seni dan budaya tradisional yang masih terpelihara dengan baik, bangunan atau situs cagar budaya dan daya tarik wisata buatan, seperti track untuk balapan mobil remote control. Wahyu juga berharap Kawasan wisata Njeron Beteng dapat mendukung liburan Nataru tahun ini.

“Kali pertama saya ikut gowes blusukan kampung dan mengunjungi bangunan cagar budaya di Njeron Beteng dan ternyata sungguh menjadikan pengalaman yang luar biasa,” ungkap Sri Darmadi Sudibyo, Kepala KPwBI DIY.

Menurut Sudibyo, paket wisata gowes atau jalan kaki jelajah Njeron Beteng ini jika dikemas dengan baik maka layak dijual kepada wisatawan Nusantara dan mancanegara.

“Kawasan Njeron Beteng cocok untuk event jelajah baik dengan jalan kaki maupun gowes,” jelas Dian Ari Ani, Direktur Kepatuhan Bank BPD DIY. Dian juga berharap ke depan, peserta diberikan info yang lengkap terkait dengan bangunan dan situs cagar  budaya.

“Informasi dapat disampaikan juga dalam file atau soft copy, sehingga peserta jelajah dapat informasi sejarah dengan lengkap,” harapnya.

Ketua GIPI DIY, Bobby Ardiyanto SA akan mendukung pemasaran Kawasan Wisata Njeron Beteng. Menurut Bobby, Kampung Wisata bersama Pokdarwis Njeron Beteng marus mampu mengemas paket wisata Njeron Beteng dengan baik sehingga dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan nusantara dan mancangera.

“Kami GIPI DIY juga siap mendampingi pengembangan wisata Njeron Beteng,” ujar Bobby, yang juga pelaku usaha wisata.

Setelah peserta masuk finish, peserta menikmati sarapan di Resto “Joglo Njeron Peteng”. Peserta juga memperoleh fasilitas kaos dan cindera mata/oleh-oleh khas Njeron Beteng. “Triwulan pertama tahun depan, kami akan coba melakukan uji coba jelajah dengan jalan kaki atau fun walk,” pungkas Y. Sri Susilo, yang juga hobi touring motor. (*/ ted)