bernasnews – Pada tanggal 15 Desember 2025, Bank BPD DIY telah memasuki usianya yang ke-64. Perjalan yang cukup panjang dalam melayani jasa perbankan. Berbagai prestasi dan kinerja yang telah dicapai bank tersebut, baik sebagai agen pembangunan daerah dan bank umum.
Berikut harapan terhadap Bank BPD DIY dari wakil akademisi, regulator, dunia usaha dan masyarakat.
“Saya berharap teruslah berkomitmen dalam mewujudkan Bank BPD DIY menjadi “Bank Terpercaya, Istimewa, dan Pilihan Masyarakat”, guna terus berperan aktif dalam meningkatkan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi daerah,” harap Sri Darmadi Sudibyo, Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY.
Kepala OJK DIY, Eko Yunianto berharap agar Bank BPD DIY semakin meningkatkan kinerjanya di tengah kondisi ekonomi saat ini. Eko juga berharap, Bank BPD DIY menerapkan tata kelola perusahaan dengan baik, meningkatkan keamanan teknologi informasi, menjalankan kegiatan operasional senantiasa berpedoman pada ketentuan.
“Bank BPD DIY meningkatkan kontribusinya pada pengembangan ekonomi daerah dan pertumbuhan ekonomi daerah DIY,” ujar Eko, yang mempunyai hobby jalan sehat.
Sementara itu, Robby Kusumaharta, Business Advisor yang juga pelaku usaha terkemuka di DIY menyampaikan harapan agar Bank BPD DIY bisa menjadi mitra utama industri daerah masuk dan menguasai pasar nasional.
Tim Apriyanto, Pengurus APINDO DIY menyatakan, bahwa di tengah akselerasi transformasi digital, Bank BPD DIY juga diharapkan terus meningkatkan kualitas layanan perbankan digital yang aman, mudah diakses, dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi identitas Yogyakarta.
“Inovasi teknologi diharapkan berjalan seiring dengan penguatan literasi dan inklusi keuangan. Juga berharap Bank BPD DIY semakin tumbuh sebagai bank daerah yang tangguh, modern, dan berorientasi pada kemajuan serta kesejahteraan masyarakat DIY,” harap Tim Apriyanto.
Pada kesempatan ini, Bogat AR selaku Dirut PT SWID, Tbk menyampaikan, bahwa pada usianya yang ke-64, BPD DIY mempunyai fondasi manajerial dengan kompetensi yang andal dan matang sehingga mampu membuktikan resiliensi pada masa-masa ekonomi yang sangat dinamis secara global, regional, maupun nasional.
“Dalam kondisi makroekonomi yang makin mantap ke depan, BPD DIY akan tumbuh makin kokoh sebagai salah satu pilar ekonomi di DIY,” harap Bogat AR.
“BPD menjadi Bank inklusif yang aman, terpercaya dan makin “migunani” untuk masyarakat khususnya di DIY,” harap Didi Achjari, Ketua ISEI Cabang Yogyakarta, yang juga Dekan FEB UGM.
Sementara Budiharta Setyawan, Pengelola Hotel dan Mall menyatakan, bahwa Bank BPD DIY menjadi bank yang semakin sehat, terdepan dalam pengembangan UKM, memperluas layanan hingga pelosok DIY.
“Terus meningkatkan layanan berbasis digital dan turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program sosial, tanpa mengabaikan nilai integritas dan profesionalisme,” ungkap Budiharta.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala OJK Jawa Timur, Jimmy Parjiman, bahwa BPD DIY dapat menjadi bank yang sehat, memiliki permodalan yang kuat, menerapkan tata kelola dan manajemen risiko yang baik.
“Harapan saya, BPD DIY dapat menjadi bank yang sehat, memiliki permodalan yang kuat, menerapkan tata kelola dan manajemen risiko yangg baik,” ungkap Jimmy Parjiman, Kepala OJK Kaltim.
Jimmy juga berharap, Bank BPD DIY memberikan pelayanan yang prima kepada nasabah dan masyarakat. “Dengan didukung penerapan teknologi yangg tepat serta berperan aktif dalam pengembangan ekonomi daerah khususnya pengembangan UMKM,” ujar Jimmy, yang pernah menjadi Kepala OJK DIY.
“Saya berharap Bank BPD DIY terus tumbuh sebagai bank kebanggaan DIY yang sehat, adaptif, inovatif, dan terus bertransformasi sehingga semakin kompetitif di era digital,”ungkap Hermanto, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY.
Selain itu, Bank BPD DIY diharapkan lebih berperan signifikan dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan, serta menyalurkan pembiayaan terhadap sektor unggulan DIY. “Posisi BPD DIY sebagai menjadi mitra strategis pemerintah daerah dan stakeholders lainnya di DIY merupakan modal penting dalam mendukung transformasi ekonomi daerah yang adil, inklusif, dan berkelanjutan,” jelas Hermanto, yang suka touring dengan sepeda motor.
“Bank BPD DIY harus terus berkomitmen mengembangkan UMKM serta mendukung program untuk mengukurangi kemiskinan dan ketimpangan di DIY,”, harap Y. Sri Susilo, Dosen FBE UAJY.
Menurut Susilo, sebaiknya Bank BPD DIY mempunyai peta jalan (roadmap) untuk menuju Bank Devisa dalam jangka panjang. Ke depan manajemen Bank BPD juga meyiapkan peta jalan untuk menuju go public.
“Selamat HUT ke-64 Bank BPD DIY ke-64, semoga terus maju dan berkembang,” pungkas Susilo. (*/ ted)












