bernasnews – Taman Doa Ibu Mariyah Dhamparing Karahayon Lan Kawicaksanan adalah taman doa yang lokasinya berada dalam kompleks Gereja Santa Maria Assupmta Gamping, Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Taman doa ini dibangun pada awal Januari 2017, atas prakarsa Romo Martinus Suharyanto Pr, dan diresmikan penggunaannya sebagai taman doa pada Maret 2017. Taman ini dibangun untuk menjawab kerinduan umat akan sebuah taman doa yang memadai dan dapat digunakan oleh umat untuk berdevosi kepada Bunda Maria.
Taman doa ini diberi nama Taman Doa Ibu Mariyah Dhamparing Karahayon Lan Kawicaksanan dengan harapan bahwa siapapun yang berdoa di tempat ini akan mendapatkan kebijaksanaan, dan pulang membawa berkat.
Tempat pentahtaan Bunda Maria dibuat dengan konsep rumah dan sekitarnya d buat dengan konsep taman. Harapannya supaya umat yang berdoa di tempat tersebut merasa nyaman.
Romo Martinus Suharyanto, Pr mengemukakan, untuk melengkapi konsep rumah dari taman doa ini sekitar satu setengah tahun kemudian dibangunlah sebuah sumur. Seperti layaknya sebuah rumah, pasti akan ada sumur, yang dapat digunakan sebagai sumber mata air dan keperluan lainnya.
Pada zaman dahulu, para leluhur kita jika dari bepergian sebelum masuk rumah pasti akan membersihkan diri terlebih dahulu. Oleh karena itu pada waktu itu di setiap rumah pasti disediakan gentong air. Selain berfungsi sebagai tempat minum bagi mereka yang memerlukannya, juga sebagai sarana untuk mencuci kaki dan membersihkan diri sebelum masuk ke dalam rumah. Dengan membersihkan diri, diharapkan energi negatif yang terbawa dari luar akan luruh, dan tidak terbawa masuk ke dalam rumah.
Filosofi para leluhur yang mempunyai makna dalam itu diharapkan dapat diadaptasi oleh para peziarah yang hendak berdoa dan sowan kepada Bunda Maria.
BERDOA DALAM PROSES
Keberadaan sumur di area Taman Doa Ibu Mariyah Dhamparing Karahayon Lan Kawicaksanan tergolong unik. Sumur dengan kedalaman sekitar 9 meter, dengan sumber mata air yang sangat jernih dan sejuk. Posisinya berada sejajar dengan jalan raya yang ada diawah taman doa dan keberadaannya menggantung di atas aliran sungai yang berada beberapa meter di bawah taman doa. Sebuah keajaiban bagi kita sebagai awam, bahwa di lokasi tersebut dapat muncul sumber mata air.
Sumur itu dibangun dengan menggunakan timba, yakni sebuah ember yang diikat dengan tali untuk mengambil air. Hal ini mengandung makna bahwa jika seseorang ingin mencapai sesuatu atau mendapatkan sesuatu, harus mau bersusah payah terlebih dahulu, berproses dalam upaya untuk mencapainya dan bukan mendapatkan dengan cara yang instan.
Diharapkan peziarah yang berdoa d itempat ini juga dapat berproses, bersabar, dan bertekun dalam doa, kepada Tuhan melalui perantaraan doa kepada Bunda Maria sampai tiba waktunya Tuhan mengabulkan doa yang dipanjatkannya.
Kesaksian dari umat yang berdoa bahwa banyak doa yang terkabulkan dan sakit yang disembuhkan setelah berdoa dan meminum air dari sumur tersebut.
KELOMPOK LINTAS IMAN
Romo Martinus Suharyanto, Pr juga menyampaikan bahwa,Taman Doa Ibu Mariyah Dhamparing Karahayon Lan Kawicaksanan dibangun bukan hanya oleh umat Katolik, tetapi juga dari kelompok lintas iman yang ada di wilayah Gamping.
Penggeraknya adalah beberapa umat yang mempunyai hati dan kepedulian yang menjadi embrio dari lahirnya kelompok Sahabat Taman Doa Gamping.
Pada mulanya Goa Maria berada di dalam lingkungan gereja. Berjalannya waktu atas saran dari umat, dibuatlah tempat doa, di luar gereja dengan harapan supaya lebih banyak umat yang dapat berdevosi kepada Bunda Maria.
Lokasi dipilih di tempat tersebut karena tempatnya dinilai cukup strategis dan lapang, sehingga diharapkan dapat memberi ruang yang nyaman untuk umat dalam berdoa.
Taman doa ini dapat terwujud berkat sumbangsih dari para donatur dari berbagai daerah, yang memberi support dalam bentuk material, maupun sumbangsih umat yang dengan kerelaan hati turut berkontribusi menyumbangkan tenaga dan pemikiran dalam proses pembangunannya. Diharapkan taman doa dapat dirawat dengan baik, sehingga umat yang berkunjung semakin nyaman dalam berdoa.
RUTE PERJALANAN
Taman doa ini dapat ditempuh dari berbagai arah. Bagi para peziarah yang datang dari Jakarta dapat melalui dua arah.
Dari Jakarta, melalui jalur selatan arah Purwokerto – Kebumen – Purworejo – Jalan Wates menuju arah kota Yogyakarta. Sebelum lampu merah Ringroad selatan/pertigaan pasar buah/pasar sentral Gamping/ belok ke kiri. Sampai bertemu pertigaan yang ada pohon beringin, belok kanan, gereja ada di sisi sebelah kanan, berseberangan dengan SD Negri Gamping. Peziarah dapat masuk melalui gerbang utama, area parkir utara gereja, untuk bus besar, motor atau mobil pribadi.
Dari arah utara, keluar tol Bawen, menuju arah Magelang ,lanjut ke arah Yogyakarta, belok kanan di jalan Ringroad Utara /terus menyusuri jalan, sampai perempatan Pelemgurih/jembatan kali bedog, belok kanan sebelum jembatan. Terus lurus, gereja ada di sisi kiri jalan, dengan penanda tangga berundak di depan pagar gereja dan pohon beringin. Mobil pribadi dan motor dapat masuk melalui pintu belakang, langsung ke arah parkir selatan yang ada di kanan jalan.
Dari arah Malioboro : Dari titik Nol kota Yogyakarta/ Kantor Pos, peziarah dapat menuju arah barat, setelah turunan Kalibayem /SGPLB/SMP Negeri Kasihan, lurus sekitar 1 km, akan bertemu dengan perempatan lampu merah ringroad selatan (pos Polisi) tetap ambil posisi di kanan dan lurus, arah jalan gereja, Posisi gereja ada di kiri jalan.
Informasi alamat : Jalan Gereja No.1 Gamping Lor, Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55294, Telp. (0274) 798748. (mar/Bernadekta Kushayati Mawartingtyas, Umat Paroki Gereja Santa Maria Assumpta Gamping, Sleman, DIY).












