bernasnews-Brigjen Pol Sulistyo Pudjo Hartono memasuki Gedhong Wilis di Kompleks Kepatihan Yogyakarta pada Kamis siang.
Selama satu setengah bulan terakhir, perwira tinggi Polri ini telah mengemban amanah sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (BNNP DIY).
Namun, kunjungan resmi untuk memperkenalkan diri kepada Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menjadi momentum penting yang menandai babak baru kepemimpinannya.
Suasana Gedhong Wilis tampak rapi dan teratur ketika Brigjen Sulistyo Pudjo Hartono hadir bersama tiga pejabat kunci BNNP DIY: Kepala Bagian Umum David H.A. Hutapea, Ketua Tim Fungsi Kerja Rehabilitasi Febriana Kusuma D.M., dan Ketua Tim Fungsi Kerja Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Bambang Wiryanto.
Kepala Bapperida DIY, Danang Setiadi, juga turut menyerta dalam pertemuan yang berlangsung penuh nuansa keakraban tersebut.
Perkenalan Ketua BNNP DIY
Pudjo memulai pertemuan dengan memperkenalkan diri sebagai pejabat baru yang dipercaya negara untuk menakhodai BNNP DIY.
Dengan nada tegas, ia menyampaikan bahwa kehadirannya bukan sekadar formalitas jabatan, melainkan langkah awal untuk merajut sinergi dengan pimpinan tertinggi DIY.
“Saya datang untuk bersilaturahmi dengan Ngarsa Dalem. Saya ditemani tiga staf saya. Pertama, saya ingin memperkenalkan diri sebagai pejabat baru. Kedua, kami ingin menyampaikan dinamika kondisi penyalahgunaan dan perdagangan gelap narkotika di DIY,” ujar Pudjo.
Sebagai mantan Kepala Biro Humas dan Protokol BNN Pusat, Pudjo memahami betul pentingnya komunikasi yang transparan dan akurat.
Ia memaparkan data dan analisis situasi narkotika di Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai dari pola penyalahgunaan hingga tren peredaran gelap yang kian dinamis.
Menurut Pudjo, memberikan gambaran situasi secara lengkap kepada Sri Sultan merupakan langkah strategis agar pemerintah daerah dapat memahami ancaman yang tengah mengintai wilayah yang dikenal sebagai kota pelajar tersebut.
“Kami memberikan informasi terkait kondisi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika agar beliau mendapatkan gambaran langsung tentang situasi terkini,” jelas Pudjo.
Pudjo tidak datang hanya untuk menyampaikan laporan. Ia juga memohon arahan Sri Sultan sebagai Gubernur DIY agar upaya pemberantasan narkotika dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Ia menegaskan bahwa dukungan pemerintah daerah merupakan elemen penting dalam memperkuat langkah BNNP DIY.
“Kami memohon arahan beliau dalam upaya pemberantasan dan pencegahan perdagangan narkotika di Jogja. Beliau tadi menyampaikan dukungannya terhadap setiap upaya dan tugas BNNP DIY,” tutur Pudjo.
Sri Sultan, lanjutnya, meminta agar BNNP DIY memperluas koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari instansi pemerintah, lembaga pendidikan, hingga masyarakat luas.
Arahan itu menegaskan bahwa penanganan narkotika merupakan tanggung jawab kolektif, bukan sekadar kerja satu lembaga.
Awal Baru bagi Upaya Pencegahan di Kota Pelajar
Pertemuan ini tidak hanya menandai perkenalan seorang pejabat baru, tetapi juga membuka lembaran kerja sama yang lebih solid antara BNNP DIY dan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dengan dukungan Sri Sultan dan koordinasi lintas sektor, Pudjo berkomitmen mengerahkan seluruh sumber daya untuk menekan peredaran narkotika di wilayah yang memiliki kompleksitas sosial dan budaya tersebut.
Brigjen Pol Sulistyo Pudjo Hartono kini memulai tugasnya dengan pijakan yang kuat dan dukungan penuh dari pimpinan daerah.
Dengan latar belakang pengalaman di BNN Pusat, ia bertekad membawa pendekatan baru yang lebih adaptif, komunikatif, dan berorientasi pada pencegahan.
Dalam langkah-langkah awal kepemimpinannya ini, Pudjo mengajak seluruh masyarakat DIY untuk bersatu melindungi generasi muda dari ancaman narkotika.
Menurutnya, pemberantasan narkotika bukan hanya tugas aparat, tetapi juga perjuangan bersama demi masa depan Jogja yang sehat, aman, dan berdaya. (ef linangkung)












