bernasnews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini terkait dinamika atmosfer di Indonesia.
Sejak 7 Desember 2025, BMKG mengidentifikasi keberadaan Bibit Siklon Tropis 91S yang muncul di Samudera Hindia sebelah barat daya Lampung.
Pemantauan dilakukan intensif karena sistem ini berpotensi memengaruhi cuaca di sejumlah wilayah Sumatra dalam beberapa hari ke depan.
Lokasi Bibit Siklon 91S dan Kondisi Atmosfer Terkini
Dalam analisis terbaru pada 8 Desember 2025 pukul 19.00 WIB, pusat sirkulasi bibit siklon ini masih berada dalam zona pantauan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta. Sistem terdeteksi di koordinat 6.4°LS – 94.0°BT dan memiliki tekanan minimum 1008 hPa.
Kecepatan angin maksimum tercatat 20 knot, menunjukkan adanya pembentukan awan-awan konvektif yang memicu hujan di area sekitar pusat tekanan rendah tersebut.
BMKG menilai aktivitas atmosfer sedang meningkat, dipengaruhi suhu muka laut yang hangat berkisar 28–30°C dan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) negatif yang menyebabkan pasokan uap air cukup tinggi, terutama menuju wilayah Sumatra bagian selatan. Gelombang low frequency juga ikut mengoptimalkan proses pembentukan bibit siklon ini.
Perkembangan 91S di Indonesia
BMKG menjelaskan bahwa potensi sistem ini untuk berkembang masih terbilang rendah. Dalam 24 jam ke depan, intensitas 91S diprakirakan tetap persisten meskipun sirkulasinya mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Dalam periode berikutnya, sekitar 48 jam, bibit siklon justru diperkirakan kembali menguat sebelum akhirnya melemah kembali dalam rentang 72 jam.
Pergerakan 91S diprediksi dominan ke timur laut dengan kecepatan angin stabil di kisaran 20 knot, sebelum kemudian berbalik arah menuju selatan-barat daya mulai 11 Desember. BMKG juga memastikan bahwa pada 12 Desember, sistem ini akan menjauh dari wilayah Indonesia.
Dengan kondisi tersebut, peluang 91S berkembang menjadi siklon tropis penuh tetap berada pada kategori rendah, sehingga ancaman langsung terhadap daratan tidak signifikan. Namun, dampak tidak langsungnya terhadap cuaca ekstrem tetap harus diwaspadai.
Daftar Wilayah yang Diprediksi Terdampak
Kemunculan 91S menyebabkan peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah. Berdasarkan rilis BMKG, dampak hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi pada:
1. Sumatera Selatan (9-13 Desember 2025)
Sebanyak 15 wilayah kabupaten/kota diprediksi mengalami hujan intensitas tinggi, termasuk:
- Ogan Komering Ilir (OKI)
- Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
- Musi Banyuasin (Muba)
- Muara Enim
- Lahat
- Lubuklinggau
- Pagaralam
- (dan wilayah lainnya di Provinsi Sumsel)
2. Wilayah Sumatra Lainnya yang Harus Waspada
BMKG menyebut sejumlah provinsi akan merasakan dampak peningkatan curah hujan akibat 91S, yaitu:
- Aceh
- Sumatera Utara
- Sumatera Barat
- Bengkulu
- Lampung
Hujan lebat diprediksi masih berlangsung hingga 11 Desember 2025 pukul 07.00 WIB, terutama di Sumatera Barat, Bengkulu, dan Lampung.
3. Dampak di Perairan
Bibit siklon ini juga memicu peningkatan tinggi gelombang laut:
- 1,25-2,5 meter di Samudera Hindia barat Kepulauan Nias
- Samudera Hindia selatan Banten
- Selat Sunda bagian selatan
BMKG mengimbau aktivitas pelayaran untuk memperhatikan perkembangan gelombang tinggi di wilayah ini.
Imbauan BMKG dan Otoritas Terkait
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dan Kepala Stasiun Meteorologi SMB II Palembang Siswanto mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, namun tidak panik. Dinamika atmosfer yang aktif dalam beberapa hari ke depan berpotensi memicu:
- Banjir
- Angin kencang
- Petir
- Longsor
- Gelombang tinggi
BMKG menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, BPBD, TNI, dan Polri, terutama dalam kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Akses Informasi Cuaca Resmi BMKG
Masyarakat diminta mengikuti informasi cuaca yang valid dari BMKG melalui kanal resmi berikut:
- Instagram/X: @infocuacasumsel
- WhatsApp: 0811 787 8044
- Telepon Stasiun Meteorologi SMB II Palembang: (0711) 385024
- Kanal X resmi BMKG: @infoBMKG
Pemantauan dilakukan 24 jam penuh, sehingga masyarakat dapat selalu memperbarui informasi saat terjadi perubahan cuaca signifikan. (anp)












