News  

Kecelakaan di Jalan Imogiri Barat: Warga Sempat Duga Mabuk dan Bawa Sajam, Polisi Beri Klarifikasi Lengkap

Korban Kecelakaan di Jalan Imogiri Barat/Foto: Polres Bantul

bernasnews— Suasana di Jalan Imogiri Barat mendadak berubah menegangkan pada Minggu malam, 7 Desember 2025.

Sebuah motor Honda Scoopy dan sebuah mobil Toyota Calya bertabrakan. Kecelakaan berlangsung di depan sebuah angkringan tidak jauh dari traffic light Sudimoro, Ngentak, Timbulharjo, Sewon, Bantul.

Dalam hitungan detik, kerumunan warga memenuhi lokasi untuk melihat kondisi para korban yang tergeletak di jalan.

Dugaan Mabuk

Ketegangan meningkat ketika beberapa warga berspekulasi bahwa dua pemuda yang berboncengan di motor Honda Scoopy itu tampak tidak stabil sebelum kecelakaan terjadi.

Dugaan bahwa keduanya mabuk dan bahkan membawa senjata tajam menyebar cepat. Apalagi, sebuah akun Facebook, Informasi Yogyakarta, mengunggah foto dan narasi kejadian.

Unggahan tersebut segera memicu puluhan komentar yang berisi beragam opini hingga menimbulkan keresahan masyarakat. Isu kian membesar sehingga pihak Polres Bantul merasa perlu turun memberikan penjelasan lengkap untuk meredam simpang siur informasi.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, memberikan penjelasan resmi mengenai kecelakaan di Jalan Imogiri Barat tersebut.

Kecelakaan di Jalan Imogiri Barat

Insiden melibatkan motor Honda Scoopy AB 4994 BB dan mobil Toyota Calya AB 1423 GL tersebut. Kecelakaan itu terjadi pada Minggu (7/12/2025) malam sekira pukul 22.00 WIB

“Lokasi ada di Jalan Imogiri Barat, tepatnya depan angkringan selatan traffic light Sudimoro, Ngentak, Timbulharjo, Sewon, Bantul,” tuturnya.

Pihak yang terlibat kecelakaan adalah Pengendara Honda Scoopy AB 4994 B bernama FA (18) warta Sewon, Bantul. Ia mengalami luka memar di dahi dan dagu. Pembonceng motor bernama NAS (21) asal Sewon, Bantul. Ia mengalami robek di pelipis kanan dan lecet di beberapa bagian tubuh.

Pengemudi Mobil Toyota Calya AB 1423 GL yaitu DSW (46) asal: Jetis, Bantul dan tidak mengalami luka.

Polisi menjelaskan bahwa Toyota Calya melaju stabil dari arah utara menuju selatan. Pada waktu yang bersamaan, Honda Scoopy datang dari arah selatan ke utara dengan gerakan tidak stabil dan zig-zag.

Ketika motor memasuki titik kejadian, FA diduga kehilangan kendali dan langsung menabrak bagian depan mobil Calya yang melaju di jalur berlawanan.

“Akibat kecelakaan iru Toyota Calya: Bumper depan rusak dan spion kanan patah dan Honda Scoopy Bagian depan hancur. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp1.000.000,” ungkap Iptu Rita.

Menanggapi isu yang beredar di media sosial, polisi menegaskan bahwa laporan resmi kecelakaan tidak mencatat adanya temuan senjata tajam ataupun pengendara motor dalam kondisi mabuk. Iptu Rita Hidayanto menegaskan bahwa dugaan tersebut baru bersumber dari asumsi warga yang belum dapat diverifikasi.

Polisi berkomitmen untuk terus melakukan penyelidikan lebih lanjut. Apabila muncul bukti yang menguatkan informasi terkait kondisi pengendara maupun dugaan lain, pihak kepolisian akan menyampaikan hasil pemeriksaan secara resmi kepada publik. (ef linangkung)