bernasnews – Aktris Mawar de Jongh hadir membagikan pengalaman mendalamnya selama terlibat dalam film Sampai Titik Terakhir. Demi memerankan karakter Shella, ia bukan hanya melewati proses emosional, tetapi juga menjalani transformasi fisik hingga menurunkan berat badan beberapa kilogram.
Mawar mengakui bahwa film ini menjadi salah satu proyek paling berkesan sekaligus menantang dalam kariernya bermain peran.
Saat bertemu penonton melalui rangkaian cinema visit, Mawar mengaku tidak menyangka bahwa kisah yang ia bintangi memberikan resonansi begitu besar bagi banyak orang.
“Pastinya bersyukur banget dan berterima kasih banyak buat semua teman-teman yang udah nonton kisahnya Albi dan juga Shella lewat film Sampai Titik Terakhirmu. Mungkin sebuah pengalaman baru buat aku juga, karena kita kemarin cinema visit, kita ketemu banyak banget teman-teman yang bersedia untuk menceritakan pengalaman hidupnya mereka,” ujarnya di Jaff Market 2025, JEC, Sabtu (29/11/2025).
Menurut Mawar, banyak penonton yang datang untuk berbagi kisah pribadi dan pengalaman kehilangan, dan momen itu menjadi salah satu bagian paling emosional dari perjalanan promosi film.
“Jadi aku ngerasa lewat film ini, kita juga ngasih pelukan buat mereka. Semoga juga dengan film ini bisa memberikan kekuatan buat mereka,” tambahnya.
Adegan yang Membekas dan Ketangguhan Sosok Shella
Meski terbiasa dengan peran dramatis, Mawar mengaku proses mendalami karakter Shella membuatnya merefleksikan banyak hal tentang kehidupan.
“Kayaknya banyak part dari film dan dari kehidupan Sheila yang rasanya kayaknya aku nggak bakal kuat kalau hadapi. Memang dia sekuat itu dan ketika kita lihat video aslinya, mereka sering senyum dan ketawa padahal mereka di posisi yang bersamaan almarhum sedang menghadapi penyakitnya. Kayaknya aku nggak bakal sekuat itu. Aku kagum banget,” tuturnya penuh haru.
Bukan hanya menguras emosi selama proses syuting, film ini juga memberikan banyak pelajaran baru bagi Mawar dalam memandang hubungan manusia.
“Setelah berproses di film ini, dapet banyak banget pelajaran baru bukan cuma tentang pasangan tapi tentang keluarga. Tentang pentingnya buat ada untuk orang tersayang ketika senang dan susah. Karena ketika kita nggak tahu mungkin pelukan atau kata-kata yang kita kasih bisa menjadi semangat dan berarti besar buat mereka,” ujarnya.
Totalitas dalam Pendekatan Peran: Turunkan Berat Badan
Sebagai gambaran, film Sampai Titik Terakhir ini mengikuti kisah Shella, seorang pejuang kanker ovarium. Ia melewati masa-masa sulit dalam hidupnya dengan didampingi sang kekasih, Albi. Dalam prosesnya keduanya membagikan kisa mereka yang penuh cinta saat melalui masa sulit di tengah pengobatan kanker hingga akhirnya Shella menghembuskan napas terakhir.
Saat pertama kali ditawari karakter Shella, Mawar menerima arahan khusus dari sutradara untuk keperluan pendekatan fisik.
“Ketika pertama ditawari karakter Shella kak Mella mention kalau ini akan melakukan pendekatan secara fisik yang harus dilakukan dan itu menurunkan beberapa kilogram (berat badan) untuk pendekatan secara fisiknya. Untuk pendekatan secara emosional kita proses reading, kita nonton video lama mereka bersama keluarga. Somehow ketika kita baca bareng bersama keluarga, kita merasakan emosi yang sama toward the story,” jelasnya.
Genre Drama Romantis Tetap Punya Tempat di Hati Penggemar Film
Sutradara Sampai Titik Terakhir, Dinna Jasanti, meyakini film drama tetap memiliki tempat di hati masyarakat.
“Walaupun film horor dan film komedi selalu jadi number one di Indonesia, tapi aku percaya film drama, romance itu selalu ada dan penting di kehidupan kita. Jadi selalu mendukung,” ujarnya.
Sementara itu, produser film, Marchella Daryanani, menekankan pesan kemanusiaan yang ingin disampaikan.
“Semoga pesan baik yang ada di film bisa diterima dan bisa dipraktekin. Karena film ini mengajarkan kesetiaan, sebagai terapi di keseharian kita,” tegasnya.
Melalui kisah cinta dan perjuangan Albi dan Shella, tim film berharap bahwa penonton tidak hanya datang untuk menikmati drama, tetapi juga membawa pulang nilai tentang kesetiaan, kehadiran, dan kekuatan cinta. Mawar pun berharap film ini menjadi pengingat bahwa berada di sisi orang tersayang, dalam keadaan apa pun, adalah bentuk cinta yang paling besar.











