bernasnews – Industri film Indonesia kembali bergerak ke arah yang lebih besar dengan diumumkannya proyek prestisius “Si Buta dari Gua Hantu: Mata Malaikat”. Film yang merupakan hasil kolaborasi Bumilangit dan Magma Entertainment, ini siap menjadi tonggak kebangkitan Intellectual Property (IP) lokal, dengan jadwal produksi dimulai pada 2026 dan rilis resmi direncanakan pada 2027.
Pengumuman proyek dilakukan di JAFF Market 2025 dan langsung memicu perhatian peserta serta pelaku industri film yang hadir di JEC pada Minggu (30/11/2025). Bukan hanya karena adaptasi dari komikus silat legendaris Indonesia, tetapi juga karena ambisi besar untuk menjadikannya sebagai kebanggaan nasional di kancah internasional.
Dalam agenda pengumuman tersebut, produser Magma Entertainment, Linda Gozali, menegaskan pentingnya keberanian Indonesia dalam menghasilkan karya yang berkarakter dan orisinal.
“Ini adalah waktunya untuk Indonesia terus mengembangkan dan menghasilkan originalitas apa Indonesia, siapa Indonesia, dan mengapa Indonesia bisa terus menjadi industri film yang berkembang. Oleh itu, apa yang kita butuhkan adalah pertunjukan dan kolaborasi,” bebernya.
Ia mengatakan bahwa ini adalah momentum untuk menghadirkan karya yang benar-benar mencerminkan identitas Indonesia, serta mengajak penonton untuk mendukung karya kreasi orisinal Indonesia ini.
“Pastikan Anda menantikannya, karena hanya dengan melakukan itu. Kita sebagai pencipta akan selalu diingatkan dengan senang hati bahwa kita tidak lebih spesial daripada kalian semua. Kita ada disini karena kalian semua. Dan sebab itu, dukung Sibuta dari Gua Hantu sebagai IP asli yang akan datang ke kalian,” ujar Linda bersemangat.
Tak berhenti di situ, produser Bumilangit, Bismarka Kurniawan, ikut menekankan bahwa IP ini merupakan warisan budaya cerita Indonesia yang harus dijaga. Film ini sebagai representasi kebanggaan bangsa. Ia menegaskan bahwa tim bertekad menjadikannya
“Jadi ini sekali lagi ini IP Kebanggaan Nasional. Tadi Charles bilang dari ini semua akan pekerjaan kita yang kita kerjakan dari hati. Kita akan membawa ini sehingga hanya sebagai sebuah IP yang membanggakan dan dicintai oleh para pencinta film nasional. Tapi juga kami berharap ini juga akan menjadi simbol kebanggaan nasional dari teman-teman semua yang sekarang ini kita akan cari,” ungkapnya.
Di sisi lain, sutradara film Charles Gozali pun tidak bisa menyembunyikan rasa harunya atas proyek tersebut. Ia bernostalgia mengenai perjalanan panjangnya bersama Bumilangit sejak 2013.
“2013 saya pertama kali datang ke Bumi Langit. Saat itu saya pitching sama Pak Arianto dari Mampai Entertainment buat proyek Gundala Putra Petir. Hari itu kami belum berhasil. Tetapi hari ini dengan sangat rendah hati banget, dengan sangat humble. Terima kasih atas kesempatannya. Terima kasih buat dukungan keluarga Magma Entertainment, semua teman-teman,” katanya.
Ia pun berharap project ini bisa mendapatkan sambutan dan dukungan dari seluruh pihak dan senantiasa menantikan karya ini untuk tampil ke layar lebar.
“Mohon doa restunya karena perjalanan ini baru saja dimulai masih panjang dan butuh perjuangan dan tanggung jawab yang besar semoga dengan kebersamaan kita bisa memberikan yang terbaik mohon doa restunya,” pungkasnya.
Adaptasi Besar dari IP Legendaris
“Si Buta dari Gua Hantu” bukan sekadar karakter komik biasa. Tokoh silat ini tercatat sebagai karakter paling sering diadaptasi dalam sejarah perfilman Indonesia, dengan sembilan film dan 86 episode televisi. Kini, lewat subjudul “Mata Malaikat”, warisan tersebut siap hidup kembali dalam format layar lebar modern.
Proyek ini juga menggandeng talenta internasional dan nasional terbaik, termasuk Chris Lie sebagai konseptor visual dan Cecep Arif Rahman sebagai penata laga kelas dunia. Komposisi ini memperlihatkan tekad untuk menghadirkan film dengan kualitas teknis sekaligus nilai budaya tinggi.
Dengan kekuatan kolaborasi dan dukungan publik, film ini diharapkan bukan hanya sukses komersial, tetapi juga menjadi ikon film laga Indonesia yang membanggakan. Para pembuat film percaya bahwa langkah besar menuju industri yang mandiri dan berkarakter dimulai dari keberanian mengangkat IP asli Indonesia.
Kini, seluruh mata menantikan proses produksi pada 2026. Jika berjalan sesuai rencana, film “Si Buta dari Gua Hantu: Mata Malaikat” akhirnya hadir di bioskop pada tahun 2027.











