bernasnews — Pemerintah Kota Yogyakarta bekerja sama dengan KSPPS BMT (Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah, Baitul Maal Wat Tamwil) Beringharjo hadirkan “Bus Peduli Jasa Gendong”, sebuah fasilitas transportasi gratis yang ditujukan untuk mempermudah mobilitas para pekerja jasa gendong atau buruh di Pasar Beringharjo.
Terobosan baru Pemkot Yogyakarta kerja sama dengan dunia usaha ini merupakan bukti nyata program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat kecil.
Acara peresmian moda transportasi bus ini dihadiri langsung oleh Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Joko Yuliantono didampingi oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, bertempat di Pintu Timur Pasar Beringharjo, Yogyakarta, pada Kamis (27/11/2025).
Dalam sambutannya, Ketua KSPPS BMT Beringharjo, Mursida Rambe mengemukakan, bahwa program ini lahir dari kepedulian terhadap kondisi para buruh gendong yang menjadi salah satu elemen penting dalam aktivitas perdagangan di Pasar Beringharjo.
“Selama ini, sebagian besar buruh gendong harus mengeluarkan biaya transportasi hingga Rp20 ribu per hari untuk pergi dan pulang bekerja,” kata Mursida, dikutip dari Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta.
“Bus ini kami sediakan secara gratis. Selain untuk mempermudah mobilitas, juga untuk meringankan beban pengeluaran mereka. Jika biasanya mereka harus mengeluarkan biaya transportasi harian, dengan adanya bus ini bisa sangat membantu,” imbuhnya.
Bus berkapasitas 30 penumpang ini mulai beroperasi pada Jumat, 28 November 2025, dengan rute adalah Beringharjo–Sentolo dan Sentolo–Beringharjo, menyesuaikan dengan domisili sebagian besar buruh gendong yang bekerja di Pasar Beringharjo. Seorang sopir khusus ditugaskan untuk melayani antar-jemput setiap hari berdasar rute tersebut.
Selain buruh gendong, fasilitas transportasi ini juga dibuka bagi para pedagang pasar yang membutuhkan. “Prinsipnya kami ingin meringankan beban mereka, siapa pun yang terlibat dalam kegiatan ekonomi di Beringharjo,” tandas Mursida.
Menteri Koperasi RI, Ferry Joko Yuliantono memberikan apresiasi besar terhadap inisiatif yang diambil oleh KSPPS BMT Beringharjo. Ia menilai program ini menjadi contoh nyata bagaimana koperasi mengambil peran strategis dalam membantu masyarakat kecil.
Pihaknya juga menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk terus menguatkan koperasi di seluruh Indonesia melalui penyaluran dana Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).
“Pemerintah akan terus mendorong dan mendampingi koperasi-koperasi agar semakin kuat. Kami berkomitmen memberikan bantuan melalui LPDB, dan koperasi yang nanti akan menyalurkannya dalam bentuk nyata seperti ini,” kata Ferry.
Sementara itu Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada KSPPS BMT Beringharjo. Menurut Wawali, pekerja jasa gendong memiliki peran besar dalam ekosistem ekonomi Pasar Beringharjo yang menjadi salah satu pusat aktivitas perdagangan terbesar di Kota Yogyakarta.
“Ini adalah bentuk kepedulian nyata. Para pekerja jasa gendong sudah puluhan tahun menjadi bagian penting denyut ekonomi Beringharjo. Kehadiran Bus Peduli Jasa Gendong adalah langkah progresif yang sangat kami apresiasi,” ujarnya.
Kata Wawan, keberadaan bus ini bukan hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga meningkatkan keamanan perjalanan para buruh gendong. Dengan transportasi yang lebih layak, Pemkot Yogya menilai program ini sebagai cara memberikan penghargaan yang lebih manusiawi kepada para pekerja yang selama ini bekerja tanpa banyak sorotan.
“Program-program sosial seperti ini diharapkan memberi inspirasi bagi pelaku usaha lain untuk ikut terlibat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama mereka yang berpenghasilan rendah dan bekerja di sektor informal,” pungkas Wawan Harmawan, Wawali Kota Yogyakarta. (ted)












