bernasnews– Pada Jumat dini hari, 28 November 2025, sekitar pukul 01.45 WIB, nelayan Pantai Mlarangan Asri, Pleret, Panjatan, Kulon Progo, gempar dengan penemuan jasad misterius yang tersangkut di jaring ikan.
Mayat misterius di Pantai Mlarangan itu penuh tanda tanya. Setelah proses identifikasi panjang, terungkap bahwa jenazah tersebut adalah Sairin (51), nelayan asal Karangduwur, Ayah, Kebumen, yang sebelumnya hilang akibat perahunya terbalik di perairan Kebumen.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah V Kulon Progo, Aris Widyatmoko mengatakanJumat (28/11/2025) dini hari, Salatri (56), seorang nelayan lokal, sedang menarik jaring dari gelombang.
Ia merasakan beban tidak biasa, lebih berat dari ikan-ikan yang biasanya tersangkut pada alat tangkapnya. Saat ia berhasil mengangkat jaring, tubuh manusia tampak di dalamnya.
Salatri langsung memanggil saksi kedua dan meneruskan laporan itu kepada Bhabinkamtibmas Polsek Panjatan.
Dalam hitungan menit, jajaran piket Polsek Panjatan, Inafis Polres Kulon Progo, PMI Kulon Progo, serta Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulon Progo tiba di lokasi dan mengevakuasi jenazah ke RSUD Wates.
Pada pemeriksaan awal, jenazah laki-laki itu mengenakan celana panjang berwarna hijau, kaus lengan panjang warna biru dengan kombinasi lengan hitam, sabuk tali rafia warna hitam dan celana dalam berwarna biru muda.
Kemudian, tim Inafis dan pihak RSUD Wates mencocokkan ciri-ciri itu dengan laporan orang hilang dari Kebumen.
Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko, menguatkan kabar tersebut. Identitas korban penemuan mayat di Pantai Mlarangan telah terungkap. Korban adalah Sairin, laki-laki berusia 51 tahun, warga Kebumen, Jawa Tengah.
Sarjoko menjelaskan bahwa Sairin hilang akibat kecelakaan laut di Pantai Kaliratu, Desa Jogosimo, Kecamatan Klirong, Kebumen, pada Senin, 24 November 2025.
Perahu yang ia tumpangi terbalik karena ombak besar, menyebabkan ia terseret arus dan tak kunjung ditemukan hingga pencarian hari keempat.
“Arus laut selatan membawa jasad hingga jauh ke Kulon Progo,”kata Sarjoko.
Pada mayat yang awalnya misterius di Pantai Mlarangan itu tidak ada luka akibat kekerasan atau tanda-tanda penganiayaan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kematian tersebut murni akibat kecelakaan laut.
Jasadnya kemungkinan terseret arus kuat laut selatan yang ganas, hingga akhirnya terbawa puluhan kilometer ke Kulon Progo.
“Setelah dilakukan pemeriksaan, jenazah ini merupakan korban laka laut Kebumen. Tidak ada tanda penganiayaan. betul. Sudah A1 bahwa korban adalah nelayan Kebumen yang hilang. Informasi itu saya terima langsung dari RSUD Wates,” ujarnya. (ef linangkung)












