bernasnews — Cuaca di Daerah Istimewa Yogyakarta diperkirakan lebih bersahabat pada Kamis, 27 November 2025.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa kondisi atmosfer cenderung stabil sepanjang hari, meski potensi hujan lokal masih muncul di beberapa titik. Informasi ini memberi ruang lega bagi warga yang sebelumnya berhadapan dengan cuaca tidak menentu.
BMKG merilis prakiraan cuaca 24 jam mulai pukul 07.00 WIB, dengan gambaran kondisi atmosfer yang relatif tenang. Tidak terdapat peringatan dini, namun masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi hujan sporadis yang kerap muncul pada masa peralihan musim.
Potensi Hujan Lokal di Pagi hingga Sore
BMKG memprediksi hujan ringan terjadi di Bantul bagian selatan dan Gunungkidul bagian selatan. Awan tipis di pagi hari berpotensi membawa rintik hujan singkat.
Aktivitas luar ruang masih dapat dilakukan karena intensitas hujan diperkirakan rendah, namun warga tetap dianjurkan membawa payung sebagai langkah antisipasi.
Memasuki siang hingga sore, Sleman dan Kulon Progo bagian utara diperkirakan menjadi wilayah yang lebih aktif secara cuaca. Awan konvektif yang menebal berpotensi memicu hujan ringan hingga sedang.
BMKG menyebut fenomena ini sebagai pola umum masa transisi, di mana awan basah bergerak dari arah selatan menuju kawasan dataran tinggi.
Kondisi ini dapat berdampak pada penurunan jarak pandang, terutama di jalur perbukitan. Warga yang berkendara atau memiliki agenda luar rumah diimbau merencanakan perjalanan dengan lebih cermat.
Malam Berawan dan Kondisi Suhu Stabil
Setelah hujan mereda, malam hingga dini hari diprediksi berlangsung dengan cuaca berawan. Udara terasa lebih lembut, dan suasana malam cenderung tenang tanpa gangguan hujan.
Kondisi ini kerap dimanfaatkan warga untuk beraktivitas ringan di luar ruang, termasuk pedagang kaki lima dan masyarakat yang menikmati kegiatan malam.
BMKG mencatat suhu udara berkisar 23–32°C, menandakan hari yang hangat namun tidak ekstrem. Kelembapan udara berada pada 60–95%, dengan kelembapan tinggi terutama pada pagi dan malam hari. Arah angin bertiup dari selatan–barat dengan kecepatan 5–20 km/jam, tergolong ringan hingga sedang dan tidak mengganggu aktivitas harian.
Di wilayah perairan DIY, tinggi gelombang diperkirakan 1,25–2,5 meter atau kategori sedang. Kondisi ini masih dinilai aman untuk pelayaran skala kecil, meski nelayan tetap disarankan memperhatikan perubahan arah angin dan arus laut menjelang malam.
BMKG memastikan tidak ada peringatan dini untuk Kamis ini. Meski begitu, masyarakat diminta tetap waspada mengingat perubahan cuaca pada masa pancaroba sering terjadi secara cepat dan tidak terduga.
Cuaca yang lebih bersahabat diharapkan dapat mendukung aktivitas warga, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga pariwisata yang menjadi salah satu sektor utama di Yogyakarta.
BMKG menegaskan bahwa kewaspadaan tetap penting dalam menghadapi dinamika cuaca di periode peralihan.












