bernasnews – Daerah Istimewa Yogyakarta mulai mencatat perbaikan kondisi cuaca setelah beberapa hari diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi.
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Yogyakarta International Airport (STAMET YIA) merilis prakiraan cuaca 24 jam mulai pukul 07.00 WIB dan menyebut atmosfer hari ini lebih tenang dibanding hari sebelumnya.
Pada pagi hari, hujan ringan hingga sedang diperkirakan terjadi di Bantul bagian selatan dan Gunungkidul bagian selatan.
Intensitasnya disebut tidak berlangsung lama. Awan konvektif yang terbentuk pada dini hari melemah seiring meningkatnya radiasi matahari, sehingga sebagian besar wilayah tengah DIY berada dalam kondisi cerah.
BMKG mencatat pergeseran pola angin dari barat daya hingga barat dengan kecepatan 5–25 km/jam. Perubahan arah angin ini mengurangi suplai massa udara basah menuju Yogyakarta.
Memasuki siang hingga sore hari, hampir seluruh wilayah DIY diprakirakan cerah berawan.
BMKG menyebut periode ini sebagai jeda alami setelah hujan berhari-hari. Kondisi atmosfer yang stabil memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat untuk beraktivitas tanpa gangguan cuaca signifikan.
Suhu udara berada pada kisaran 23–30 derajat Celsius dengan kelembapan 60–95 persen, dinilai normal untuk masa peralihan menuju puncak musim hujan.
Malam hingga Dini Hari
Pada malam hari, potensi hujan ringan masih ada di wilayah selatan Kulon Progo, Bantul, dan Gunungkidul.
Pembentukan awan hujan dipicu pendinginan permukaan menjelang malam, namun BMKG memastikan intensitasnya tidak mencapai level sedang maupun lebat.
Tidak ada parameter yang mengarah pada potensi cuaca ekstrem hingga dini hari.
Menjelang dini hari, seluruh wilayah DIY diprediksi berawan tanpa indikasi hujan. BMKG menilai dinamika atmosfer sedang menuju kondisi lebih stabil.
Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang laut diperkirakan 1,25–2,5 meter atau kategori sedang. Nelayan diminta tetap berhati-hati terhadap perubahan angin mendadak.
BMKG juga mencatat bahwa tidak ada peringatan dini yang berlaku untuk hari ini, namun masyarakat tetap disarankan memantau pembaruan cuaca mengingat karakter atmosfer di musim penghujan yang cepat berubah.












