bernasnews — Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dari Forum Komunikasi Panti Asuhan (FKPA) secara nasional berlangsung di Wisma Syantikara, Samirono , Jalan Colombo, Karang Malang, Catur Tunggal Depok, Kabupaten Sleman, DIY, Minggu sore (23/11/2025).
Kegiatan Rakernas diawali dengan Misa Kudus yang dipimpin oleh Romo M. Subiyantara Putra Perdana, Pr dari Keuskupan Agung Semarang dan didampingi oleh Romo Marsel, Pr dari Keuskupan Palembang.
Adapun dua remaja yang jadi cucuk lampah berbusana Wayang Jawa Klasik adalah Pamela dari Panti Asuhan Dena Upakara dan Gilang dari Panti Asuhan Don Bosco, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
Keduanya merupakan teman difabel tuna wicara dan tuna rungu. Sedangkan penampilan paduan suara dari LKSA Sang Timur Nanggulan dan dari LKSA Brayat Pinuji Boro, Kabupaten Kulon Progo.
Dalam homilinya Romo R. Subiyantara Putra Perdana, Pr mengungkapkan, di Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam ini, saatnya kita dapat me-monitoring sejauh mana rentang satu tahun ini hubungan kita dengan Allah. Dengan memaknai Kristus Raja Semesta Alam.
Menurut Romo Subiyantara, idealnya hubungan raja dan masyarakat memiliki cita-cita masyarakat yang bahagia dan sejahtera. Yang jelas Kristus itu melaksanakan karya keselamatan manusia, oleh karenanya hendaknya kita penuh bersyukur punya Raja seperti Kristus.
“Maka sudah layakkah hidup kita di hadapan Tuhan? Tentu saja masing- masing pribadi yang mengetahui dan semoga melalui Rakernas FKPA 2025 ini para peserta dapat meng- up date, seluruh pelayanan yang semakin baik,” tutur Romo. R. Subiyantara Putra Perdana, Pr.
Pada bagian lain Bruder Heri Irianto, FIC selaku Ketua Panitia Rakernas, mengatakan, Rakernas FKPA 2025 ini diikuti oleh sekitar 150 peserta dari 9 Koodinator Wilayah yang ada di seluruh Indonesia, yang mengelola panti asuhan biasa- umum, panti difabelitas dan panti wreda.
Pada Rakernas tahun 2025 ini bekerja sama juga dengan Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, utamanya dengan Fakultas Psykologi. Melalui tema “Meneladani Bunda Maria Menyelamatkan Jiwa-Jiwa” diharapkan keibuan Maria menjadi ibu semuanya dan kiranya pantas dapat menjadi inspirasi.
“Pasalnya kesetiaan Maria dalam pengharapan dan tekun juga menemani para Rasul. Semoga hasil dari Rakernas ini dapat menjadi bahan laporan untuk Munas dua tahun mendatang,” harap Bruder Heri Irianto FIC.
Sementara, Patrik selaku Koordinator Acara dan Bruder Lambert Bentan, CSA, Ketua Korwil Jateng DIY menambahkan, bahwa kegiatan Rakernas ini juga banyak melibatkan anak- anak panti asuhan. Melalui kegiatan Rakernas ini nantinya punya kesamaan program kerja untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
“Sehingga pada penyelenggaraan munas mendatang tiap- tiap korwil dapat melaporkan program yang dilakukan,” pungkasnya. (zbd)












