News  

Adu Banteng di Pagi Buta, Dua Pemotor Terkapar di Jalan Jogja–Wonosari Km 22

Dua pemotor terluka parah setelah terlibat adu banteng di Jalan Jogja–Wonosari Km 22, Patuk, Gunungkidul, Senin pagi. (Ist) 

bernasnews – Dua pengendara motor terkapar setelah tabrakan keras terjadi di Jalan Jogja–Wonosari Km 22, Senin, 17 November 2025 pukul 05.30 WIB.

Insiden berlangsung di sebelah timur Patung Penthul, Padukuhan Putat II, Kalurahan Putat, Kapanewon Patuk, Gunungkidul.

Kecelakaan yang dikenal sebagai adu banteng ini memecah keheningan pagi dan membuat pengguna jalan panik.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Gunungkidul, Ipda Nur Ikhwan, menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika Yamaha Vixion bernomor polisi AB 2593 JM yang dikendarai FFH (40), warga Ngunut, Playen, melaju dari arah Wonosari menuju Jogja dengan kecepatan sedang.

Motor itu bergerak stabil mengikuti kontur jalan yang menikung ke kiri.

Situasi berubah ketika dari arah berlawanan muncul Honda Vario 150 bernomor polisi H 3682 DR. Pengendaranya, JA (32), warga Kwamki, Mimika, Papua, diduga mengambil lajur terlalu ke kanan hingga langsung menghantam Vixion dari depan.

“Honda Vario itu dikendarai oleh JA (32) warga Kwamki, Mimika, Papua,” ujar Ipda Nur Ikhwan.

Kondisi Korban dan Penanganan Medis

Benturan keras menghancurkan bagian depan kedua motor dan membuat dua pengendara terpental sebelum tersungkur di badan jalan.

Suara dentuman mengagetkan warga yang segera menuju lokasi, sementara pengguna jalan lain menghubungi polisi dan ambulans.

JA mengalami pendarahan pada hidung dan bibir, serta tangan kanan tidak dapat digerakkan.

Sementara FFH berada dalam kondisi lebih kritis dengan cedera kepala berat, pendarahan melalui telinga, dan sobekan pada kelopak mata.

“Kedua korban sudah dilarikan ke Rumah Sakit Nurrohmah Playen untuk mendapat penanganan,” imbuh Ipda Nur Ikhwan.

Hingga saat ini, keduanya masih menjalani perawatan intensif.

Kecelakaan dini hari tersebut kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan penguasaan lajur di jalur Jogja–Wonosari yang dikenal rawan insiden, terutama pada tikungan-tikungan tajam kawasan Patuk.