News  

Mayat Mengapung di Sande: Tersangkut Bambu, Warga Geger di Pagi Buta

Penemuan Mayat/Foto: Polres Bantul

bernasnews– Suasana Dusun Ngepet, Srigading, Sanden, Bantul, mendadak mencekam pada Minggu (16/11/2025) pagi. Warga geger setelah sesosok mayat membusuk mengambang dan tersangkut rumpun bambu di aliran Sungai Winongo Kecil.

Penemuan itu langsung mengguncang warga yang tinggal di bantaran sungai, terlebih kondisi jenazah sudah rusak parah dan sulit dikenali.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, pencarian bermula ketika seorang pemancing melapor kepada warga bahwa ia melihat tubuh manusia mengambang di sungai sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

“Pemancing itu tidak berani menyusuri aliran sungai karena medan yang gelap dan licin. Namun ia memastikan bahwa benda yang dilihatnya adalah tubuh manusia,” ujarnya.

Tiga warga, yaitu Arif Andre Larsono (21), Ridam Rimawanto (22), dan Arif Tri Wibowo (25), langsung menyusuri aliran Sungai Winongo Kecil sekitar pukul 07.00 WIB. Ketiganya bergerak cepat menyusuri sungai sambil mencari tanda-tanda keberadaan tubuh.

Upaya itu membuahkan hasil. Mereka menemukan sesosok mayat laki-laki mengapung dan tersangkut di pohon bambu di wilayah Dusun Ngepet, RT 60. Temuan itu langsung mereka laporkan ke warga dan diteruskan ke Polsek Sanden.

Petugas Gabungan Bergerak Cepat Evakuasi Jenazah

Petugas gabungan dari Polsek Sanden, INAFIS Polres Bantul, Puskesmas Sanden, PMI Bantul, Satpolairud Samas, SAR Linmas, anggota Koramil Sanden, Pos AL, serta warga relawan langsung melakukan evakuasi.

Kapolsek Sanden AKP Joko M. memimpin jalannya penanganan awal di lokasi. Kondisi mayat mengapung yang sudah membusuk menyulitkan proses identifikasi sehingga petugas harus bekerja lebih hati-hati.

Tim INAFIS Polres Bantul yang dipimpin Aipda Yuli Suryadi dan Brigadir Marwanto melakukan pemeriksaan awal. Namun hasilnya nihil.

Kondisi tubuh korban yang sudah membusuk membuat identitas tidak dapat dikenali secara langsung. Petugas memperkirakan korban telah meninggal lebih dari 48 jam sebelum ditemukan.

Tenaga medis dari Puskesmas Sanden yang dipimpin dr. Ratnasari dan perawat Derajat Murdiantoro, Amd.Kep, melakukan visum luar.

Mereka menemukan fakta sebagai berikut korban memakai celana panjang hitam dan baju abu-abu bertuliskan Olive Chicken. Leher sisi kanan tampak lebih menonjol, tetapi tenaga medis tidak dapat memastikan apakah luka tersebut terjadi sebelum atau sesudah korban berada di air, estimasi waktu kematian lebih dari 48 jam.

Polisi kemudian mencocokkan laporan orang hilang yang masuk dua hari sebelumnya. Pihak keluarga yang dihubungi segera datang ke lokasi pemulasaran untuk memastikan identitas.

Dengan kondisi tubuh yang sulit dikenali, keluarga akhirnya mengidentifikasi korban melalui pakaian dan helm yang sebelumnya dipakai korban.

Mereka memastikan bahwa jenazah tersebut adalah Rintono, warga Gadingsari, Sanden, Bantul, yang lahir pada 15 Oktober 1988 dan berprofesi sebagai buruh.

Keluarga menerima kondisi korban tanpa menuntut proses otopsi, dan menandatangani surat pernyataan resmi. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Saras Adyatma untuk pemulasaran sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Penyebab pasti kematian Rintono masih dalam penyelidikan. Polisi masih menunggu temuan lanjutan dari lapangan serta keterangan pendukung lain sebelum menyimpulkan penyebab kejadian tragis ini. (ef linangkung)