bernasnews — Tanggal 10 November merupakan momen yang sangat penting bagi kita dan bangsa Indonesia. Pada tanggal tersebut sebenarnya akan lebih bermakna apabila setiap institusi pendidikan tidak hanya memperangati tapi juga menyelenggarakan kegiatan untuk mencari generasi unggul dalam lingkup sekolah.
Hal itu seperti yang dilakukan oleh Sekolah Bintang Persada, yang beralamat Jalan Baypas Ir Soekarno, Tabanan, Bali, dalam menggali kemampuan peserta didik di mana sekolah ini mengadakan lomba, antara lain Lomba Bahasa Inggris, Matematika, Menulis, dan lain sebagainya.
Semua orangtua dan peserta didik sangat antusias dalam mengikuti lomba yang diselenggarakan oleh sekolahan, ada yang ikut dengan persiapan matang, ada juga yang ikut dengan dua jenis lomba, ada juga yang ikut hanya satu lomba.
Menariknya dalam lomba tersebut ada anak peserta didik yang bernama Sang Saka Trang Mahagra. Siswa ini mampu meraih Juara 1 bidang Matematika, dan Juara 2 Bahasa Inggris, sungguh prestasi yang luar biasa.
Menurut Mirsa Renaning Sukma selaku Mama Saka, kemampuan anak membaca dan menulis tidak boleh ditargetkan pada usia dini. Orangtua harus peka terhadap daya tarik anak untuk belajar apapun.
“Kebetulan anak saya sejak umur 2-3 tahun sudah tertarik dengan alfabet dan buku, maka saya sebagai mamanya sesibuk apapun harus mendukung dengan mengenalkan lebih banyak tentang buku dan anak saya sangat cepat dalam belajar,” terang Mirsa pada bernasnews, Rabu (12/11/2025).
Sementara itu, menurut ayah Saka, Hosea Abdiel Duto Wicaksono, bahwa peran seorang mama terhadap tumbuh kembang anak sangat besar. Harapan kami Saka bertumbuh sesuai makna namanya.
“Saka mampu menjadi generasi yang kuat, suka bekerja keras, rendah hati, suka menolong dan selalu mampu bersinar,” imbuh Atun Pratiwi, uti (nenek) Saka. Sehingga utinya kalau memanggil sang cucu pintarnya uti dan bagi nenek dua cucu ini ucapan adalah doa.
Semoga prestasi Sang Saka Trang Mahagra dan upaya kedua orang tuanya dalam mendidik anak menjadikan inspirasi bagi orang tua lainnya.” Biarkan anak-anak mampu mengenali dirinya, sedangkan kita orang tua harus peka dan tanggap apa yang dibutuhkan anak kita,” pungkas Atun Pratiwi, yang juga mantan pendidik di SMP Swasta terkenal di Yogyakarta. (*/ ted)












