News  

Forum TJSL BUMN Gandeng ICC Selenggarakan Sertifikasi Kompetensi Pegawai CSR BUMN

Suasana kegiatan sertifikasi kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bagi pegawai BUMN di Departemen Corporate Social Responsibility (CSR). Foto: Istimewa.

bernasnews — Indonesia Certification Center (ICC) bekerja sama dengan Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN menyelenggarakan kegiatan sertifikasi kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bagi pegawai BUMN di Departemen Corporate Social Responsibility (CSR).

Pelaksanaan kegiatan mencakup dua tahapan utama: diklat kompetensi dan asesmen uji kompetensi berlangsung selama tiga hari, bertempat di Hotel Riss Malioboro Yogyakarta, pada tanggal 11-13 November 2025.

Program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan profesionalisme dan pemenuhan Key Performance Indicator (KPI) para pegawai BUMN di bidang sosial dan lingkungan.

Kegiatan sertifikasi ini diikuti oleh 22 peserta yang berasal dari berbagai perusahaan BUMN, antara lain PT Aneka Tambang (Antam) dan beberapa anak perusahaan PT PLN pada Unit Bisnis Pemeliharaan. Sertifikasi yang diselenggarakan adalah skema Pelaksanaan Pemberdayaan Masyarakat yang berlisensi dari LSP Rimbawan dan Lingkungan Indonesia (RLI).

Kompetensi skema ini menitikberatkan pada 3 unit kompetensi teknis yaitu Melaksanakan Kegiatan Kelola Sosial, Merencanakan Program Pemberdayaan Masyarakat dan Melakukan Prakondisi Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat.

Dalam sambutannya, Direktur Eksekutif Forum TJSL BUMN I Gede Arimbawa Yasa menegaskan pentingnya kegiatan sertifikasi sebagai langkah nyata untuk memastikan pelaksanaan program sosial BUMN berjalan secara terukur, profesional, dan berkelanjutan.

“Program ini menjadi bagian dari komitmen Forum TJSL BUMN untuk memperkuat kapasitas SDM di sektor sosial dan lingkungan. Dengan adanya sertifikasi ini, pegawai CSR BUMN diharapkan mampu menjalankan program pemberdayaan masyarakat secara lebih efektif,” ujarnya

“Terlebih dengan adanya inisiatif Rumah UMKM BUMN yang kini tengah digalakkan sebagai wadah peningkatan ekonomi masyarakat,” tambah Arimbawa.

Peserta, Narasumber dan Penyelenggara foto bersama. (Foto: Istimewa)

Sementara itu, Board of Director Business Development ICC, Doddy Haryo S., SE., MM, dalam sambutannya mengemukakan, bahwa kolaborasi ini menjadi momentum penting bagi dunia industri dan lembaga sertifikasi dalam mendorong pengakuan kompetensi yang terstandar nasional.

“Kita berada di era di mana kompetensi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Sertifikasi memberikan bukti objektif bahwa pegawai telah memiliki kemampuan yang diakui secara nasional. Dukungan dari berbagai pihak — baik lembaga sertifikasi, korporasi, maupun pemerintah — sangat diperlukan agar sistem pengembangan SDM ini dapat berjalan berkelanjutan,” ungkap Doddy, yang hadir didampingi staf Riset & Pengembangan ICC, Muhammad Kamil, Selasa (11/11/2025).

“Kesadaran dan dukungan berbagai pihak sangat diperlukan agar sertifikasi kompetensi menjadi budaya kerja. Dengan begitu, para pegawai tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tandasnya.

Dalam kegiatan ini, sesi diklat kompetensi difasilitasi oleh Wiyono T. Putro, S.Hut., M.Si, yang merupakan pengajar di Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia menekankan pentingnya pendekatan partisipatif dalam program pemberdayaan masyarakat.

Melalui sertifikasi ini, ICC dan Forum TJSL BUMN berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengakuan formal atas kompetensinya, tetapi juga mampu menerapkan prinsip-prinsip pemberdayaan yang berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan di lingkungan kerja masing-masing. (*/ ted)