News  

ArtJog 2026 Siap Hadir Kembali sebagai Agen Kebudayaan Yogyakarta

Sosialisasi ArtJog 2026 bersama Farah Wardani (tengah) dan Dave Lumenta (kanan), di Yogyakarta, Senin 10/11/2025. (Foto : Youtube ArtJog)

bernasnews – Taman Budaya Yogyakarta (TBY) adalah tempat bermula ArtJog yang selalu berubah wujud pada setiap penyelenggaraannya. ArtJog bukan hanya pameran, tapi juga ada banyak hal yang tidak diketahui sebetulnya apa.

Hal itu terungkap dalam sosialisasi Artjog 2026 bertajuk “Ars Longa Generation” di Jogja National Museum Yogyakarta, Senin (10/11/2025). Acara dibuka dengan sambutan oleh CEO sekaligus pendiri ArtJog Heri Pemad. “Sudah menjadi tradisi di ArtJog bahwa setiap tiga tahun Artjog akan mengganti kurator, karena ini merupakan sesuatu yang spesial.,” kata dia.

Kemudian Gading Paksi selaku Project Manager Artjog memaparkan rencana program-program yang akan dilaksanakan ke depan. Acara dilanjutkan dengan diskusi dengan narasumber Farah Wardani sejarahwan sekaligus kurator artjog 2026-2028, dan Dr. Dave Lumenta dosen Fisipol UI, musisi dan fotografer. Artjog mengusung tema Generatio, Legatum, Mundus. Sebagai moderator diskusi adalah Bambang Toko Wicaksono, seorang seniman sekaligus kurator Artjog

ArtJog adalah salah satu wujud konkrit dari dua kata itu. ArtJog diinisiasi oleh Harry Teman, seniman, dan manajer seni. Dia berkolaborasi dengan Bambang Toko, seorang dosen, kurator, dan seniman. Pada mulanya, ArtJog dari Jogja Art Fair, yang diselenggarakan pada tahun 2008 sampai 2009. Pada tahun 2010, Jogja Art Fair berubah nama menjadi ArtJog.

Seniman yang dianggap sebagai makhluk intelektual, tidak hanya sekedar dilihat sebagai seniman yang hanya wira-wiri, tapi tetap akan punya peran di masyarakat dengan karya seninya. Mereka saat ini telah memamerkan ribuan karya seni yang dinikmati oleh pengunjung, tidak hanya didominasi oleh publik seni, namun juga publik pada umumnya. Mulai dari anak-anak, muda-mudi, hingga menjadi agenda piknik keluarga.

ArtJog tidak hanya menggelar pameran seni rupa, tetapi juga menampilkan seni pertunjukan, musik, film, dan tari kontemporer. Orang-orang yang ingin mengerti apa yang terjadi di seni kontemporer di Indonesia, ArtJog adalah titik pemula yang bagus untuk menemukan, untuk belajar. Program seperti Kuratorial Tour, Meet the Artist, Workshop, Jogja Art Week, dan Art Care adalah upaya ArtJog membuka ruang bagi masyarakat luas untuk ikut merayakan dan bersolidaritas melalui peristiwa seni.

Pada setiap penyelenggaraannya, ArtJog berkomitmen untuk menggaungkan gagasan kesetaraan dan inklusivitas dalam sekali tarikan nafas. ArtJog telah dikunjungi puluhan ribu orang setiap tahunnya. Meski berlokasi di Yogyakarta, pengunjung ArtJog tidak hanya didominasi oleh orang-orang lokal Yogyakarta. Para wisatawan dari berbagai macam daerah menjadikan ArtJog sebagai salah satu tujuan wisata seni. Pada perkembangannya, ArtJog itu kemudian tidak hanya sekedar art fair atau pasar seni, tetapi menjadi seperti festival. Artinya, ArtJog sebagai ruang diplomasi budaya atau bahkan sebagai agen kebudayaan Yogyakarta. (mar/Syifa dan Molis)