News  

Video Pemotor Ayunkan Gesper di Parangtritis Viral, Polisi Turun Tangan Tangkap Dua Remaja

Ilustrasi | Polisi amankan remaja yang mengayunkan gesper di Jalan Parangtritis dan memancing reaksi warga. (bernasnews)

bernasnews –  Ketertiban di kawasan Jalan Parangtritis, Dusun Paker, Kalurahan Mulyodadi, Kapanewon Bambanglipuro, Bantul, sempat terganggu pada Minggu, 9 November 2025 sore.

Arus lalu lintas yang biasanya padat wisatawan mendadak menjadi perhatian publik setelah muncul rekaman aksi sekelompok remaja yang melintas dengan sepeda motor sambil mengayunkan gesper ke udara.

Video tersebut menyebar di media sosial dan segera memunculkan reaksi keras dari warganet maupun warga sekitar.

Alur Kejadian Menurut Kepolisian

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menyampaikan bahwa dua remaja berhasil diamankan sesaat setelah warga melaporkan insiden tersebut.

Mereka tidak langsung dibawa ke kantor polisi, melainkan terlebih dahulu ditahan warga untuk mencegah gangguan lanjutan sebelum dijemput anggota Polsek Bambanglipuro.

Dalam keterangannya, ia menegaskan langkah cepat petugas begitu menerima laporan dari masyarakat.

“Benar, dua remaja telah kami amankan dari lokasi kejadian setelah sebelumnya ditahan oleh warga. Petugas langsung turun ke lapangan untuk menjemput keduanya dan membawa ke kantor Polsek Bambanglipuro,” terang Iptu Rita seperti diberitakan tugujogja.id.

Identitas Pelaku dan Kronologi Pengejaran

Kedua remaja yang diamankan masing-masing WDS (16), pelajar SMK asal Bantul, serta RAAJ (16) yang tercatat sebagai peserta kejar paket SMP. Keduanya diketahui merupakan bagian dari rombongan pemotor yang tengah menuju Pantai Parangtritis menggunakan sepeda motor Honda Beat hitam.

Belum sampai tujuan, rombongan ini berpapasan dengan kelompok lain dan kemudian terlibat aksi saling kejar di jalan raya. Salah satu motor dilaporkan jatuh di tengah jalan hingga membuat suasana memanas dan memicu amarah warga.

Dua warga Paker, yakni Iswoyo dan Sodo, kemudian menghentikan laju kendaraan yang ditumpangi kedua remaja tersebut. Setelah situasi dapat dikendalikan, warga menghubungi pihak berwenang untuk penanganan lebih lanjut.

Penanganan Petugas di Lapangan

Kapolsek Bambanglipuro AKP I Nengah Jefry PW, S.Sn didampingi personel piket mengarah ke lokasi menggunakan kendaraan patroli Kuda 5.2. Kedua remaja langsung dibawa ke Polsek Bambanglipuro untuk pemeriksaan.

Menurut Iptu Rita, langkah ini diperlukan agar situasi tidak berkembang menjadi keributan yang melibatkan kelompok remaja lain maupun warga.

“Petugas langsung mengamankan kedua remaja itu ke kantor Polsek. Kami ingin memastikan situasi tetap kondusif dan mencegah potensi gesekan antarwarga maupun kelompok remaja lainnya,” ujar Iptu Rita.

Pengakuan Dua Remaja

Dalam proses pemeriksaan awal, keduanya mengakui berada dalam rombongan yang hendak menuju pantai dan terlibat aksi saling kejar setelah berpapasan dengan kelompok lain.

Peristiwa jatuhnya salah satu sepeda motor kemudian memancing reaksi warga sekitar yang merasa resah dengan aksi tersebut. Keterangan itu turut dibenarkan oleh kepolisian.

“Dari hasil interogasi, mereka mengaku sedang berkendara menuju pantai bersama rombongan lain. Namun, ketika berpapasan dengan kelompok lain, terjadi kejar-kejaran. Setelah salah satu motor jatuh, warga kemudian menangkap dua remaja ini,” ungkap Kasi Humas.

Imbauan terhadap Warga dan Tindak Lanjut

Pihak kepolisian memberikan apresiasi terhadap warga yang sigap menahan kedua remaja tersebut. Namun masyarakat diingatkan agar tidak mengambil tindakan di luar koridor hukum.

“Kami berterima kasih kepada warga yang sigap membantu menjaga ketertiban. Namun kami juga mengingatkan agar setiap kejadian diserahkan kepada pihak berwenang untuk diproses sesuai aturan,” pesan Iptu Rita.

Rekaman video aksi mengayunkan gesper yang beredar di media sosial turut menjadi sorotan. Banyak warganet meminta aparat memberikan pembinaan serius kepada para pelaku.

Polres Bantul menyatakan sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga dan sekolah dua remaja tersebut sebagai bagian dari penanganan lanjutan.

Iptu Rita menutup pernyataan dengan menekankan pentingnya aktivitas produktif bagi generasi muda.

“Remaja harusnya menggunakan waktu luang untuk hal positif, bukan melakukan aksi yang membahayakan diri sendiri dan orang lain,” tutup Iptu Rita. (Eln)