bernasnews – Pahlawan tidak hanya orang yang berjuang di medan perang seperti zaman dulu. Pahlawan dapat siapa saja yang melakukan hal baik untuk orang lain. Di zaman sekarang, pahlawan masih ada, tetapi bentuknya berbeda. Salah satu contoh pahlawan masa kini adalah para tenaga kesehatan.
Hal itu disampaikan oleh Angelica Sheiffa Elleonora, seorang siswi SMP Maria Immaculata Yogyakarta yang tergabung dalam majalah sekolah MATA dalam diskusi kelas jurnalistik tentang Hari Pahlawan 10 November di sekolah setempat, awal pekan ini. Diskusi diikuti para siswa peserta ekstrakurikuler jurnalstik dan dihadiri guru kelas Kristina Tantiningsih, S.Pd.
Menurut Angell, ketika banyak orang sakit, dokter dan perawat tetap bekerja meskipun lelah. Mereka menolong pasien, memberi semangat, dan berusaha menyelamatkan nyawa. Dari mereka, dia belajar tentang keberanian dan rasa peduli. Mereka mau mengorbankan waktu, tenaga, bahkan keselamatan demi orang lain.
“Selain itu, saya juga menganggap guru sebagai pahlawan modern. Guru tidak memakai baju kepahlawanan, tetapi setiap hari mereka mengajar agar murid mendapatkan ilmu. Walaupun murid kadang ribut atau tidak fokus, guru tetap sabar dan tidak menyerah. Menurut saya, itu juga bentuk perjuangan.
Jadi, pahlawan masa kini bukan hanya orang yang terkenal atau muncul di TV. Pahlawan bisa saja orang biasa di sekitar kita. Yang penting, mereka melakukan hal baik dan memberi manfaat untuk orang lain. Karena itu, menurut saya pahlawan masih ada sampai sekarang, hanya saja kadang kita tidak menyadarinya,” kata gadis remaja ini sambil tersenyum.
PAHLAWAN ITU DAPAT SIAPA SAJA
Ketua kelas Putrie Maureen Budi Tandie mengemukakan, zaman dulu pahlawan dikenal sebagai orang yang berjuang melawan penjajah demi kemerdekaan Indonesia. Tapi sekarang, makna pahlawan tidak hanya soal perang atau angkat senjata. Di masa kini, pahlawan dapat siapa saja—asal punya hati yang tulus dan mau berjuang demi kebaikan orang lain. Mereka bisa berasal dari berbagai profesi, seperti tenaga medis, relawan bencana, petugas kebersihan, dan juga guru.
“Menurutku, guru adalah salah satu pahlawan masa kini yang paling berjasa. Mereka nggak berjuang di medan perang, tapi di ruang kelas. Setiap hari, guru menyalurkan ilmu, membimbing murid-muridnya, dan menanamkan nilai-nilai kehidupan. Tanpa guru, kita mungkin nggak akan bisa menggapai cita-cita.
Yang bisa diteladani dari guru adalah kesabaran, ketulusan, dan semangat mereka untuk terus mengajar meskipun banyak tantangan. Mereka tetap tersenyum walau lelah, tetap mengajar meski kadang muridnya susah diatur. Itulah yang membuat guru layak disebut pahlawan tanpa tanda jasa. Bagi aku, pahlawan masa kini itu nyata—dan guru adalah salah satu di antaranya. Dengan ilmu dan kasih sayang, mereka berjuang membentuk masa depan bangsa tanpa mengharapkan imbalan apa pun,” kata Maureen yang menjabat Pemimpin Redaksi Majalah MATA.
Sedangkan bagi Yuliana Aldora Aristawati atau akrab dipanggil Rara, pahlawan adalah orang yang mau mendharmabaktikan dirinya untuk orang lain dan atau kepada bangsa kita. Contoh seperti orang tua, guru dan orang-orang terdekat kita. Biasanya mulai dari tindakan-tindakan kecil yakni dapat dengan peduli pada sesama dan yang lain-lain. (mar)












