bernasnews – Ada tiga kegiatan orang muda Katolik (OMK) yang kerap menjadi stereotip di mata sebagian umat Gereja, yaitu kor, parkir dan dekorasi. Selain itu, ada juga yang menyebut OMK itu jago kandang. Benarkah demikian? Yang terjadi sebenarnya adalah : OMK bukan jago kandang!
Kisah-kisah lucu OMK namun tetap menuju kekuatan berdoa disajikan oleh penulis Y. Sasongko Iswandaru dalam bukunya setebal 144 halaman bertajuk “Cerita Gokil ala OMK” – Senyum Dulu, Tobat Kemudian.
Sedangkan pelayan Gereja lainnya, antara lain Prodiakon, patut bersyukur dengan kehadiran buku “150 Gagasan Inspirastif Homili Syukur” karya Hieronymus Budi Santoso dan Aloysius Amin Susanto. Adanya tawaran gagasan dan refleksi menyentuh dari bacaan kitab suci diharapkan membantu pelayan gereja untuk menyampaikan homili dengan baik. Kedua buku itu diterbitkan oleh Penebit Pohon Cahaya Yogyakarta, tahun 2025.
Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Semarang Romo FX Sugiyana, Pr. dalam kolom endorsement buku tentang OMK mengemukakan, membaca kisah-kisah seru ala OMK menyadarkan kita bahwa iman dapat diungkapkan dengan sukacita dan tawa, tanpa kehilangan kedalaman maknanya.
Buku “Cerita Gokil ala OMK” – Senyum Dulu, Tobat Kemudian berisi lima bab yang masing-masing berisi antara tujuh sampai delapan item kisah. Tentu saja semuanya disampaikan secara gokil. Kelima bab itu adalah (1) OMK itu Unik, Lucu, dan Gaul Rohani; (2) Misa, Sakramen, dan Doa; (3) Cinta ala OMK; (4) Pelayanan dan Semangat Berkarya; (5) OMK dan Hubungan dengan Tuhan.
Penulis Sasongko menyatakan, di balik setiap tawa terselip pesan dalam. Bahwa Tuhan itu dekat, bahkan di tengah gorengan, tik tok atau pantun doa makan. Bahwa menjadi kudus itu bisa sambil ketawa asal tetap setia. Bahwa OMK sejati gak cuma kuat gaya, tapi juga kuat doa.
JANGAN KHAWATIR AKAN HIDUPMU
Sedangkan buku “150 Gagasan Inspiratif Homili Syukur” dengan tebal 280 halaman berisi 30 bab yakni : Sepuluh Orang Kusta yang Disembuhkan, Jangan Khawatir akan Hidupmu, Yesus Memberi Makan Lima Ribu Orang, Magnificat : Nyanyian Penuh Syukur, Syukur Yesus kepada Bapa, Perumpaan Orang Farisi dan Pemungut Cukai, Yesus Bersukacita dan Bersyukur, Perjamuan Terakhir, Syukur Simeon dan Hana di Bait Allah, Terpujilah Tuhan (Kidung Benedictus).
Kemudian Masuklah Melalui Pintu Gerbang-Nya, Jangan Lupakan Segala Kebaikan-Nya, Tangan Kanan Tuhan Melakukan Keperkasaan, Engkau Mengubah Ratapku, Menyanyikan Syukur kepada Tuhan, Aku Hendak Memuji Tuhan, Bersyukurlah kepada Tuhan Panggillah NamaNya, Aku Bersyukur dan memuji Engkau, Korban Syukur, Orang-orang Bersukaria.
Selanjutnya, Sekalipun Pohon Ara Tidak Berbunga, Tuhan Itu Kekuatanku, Hatiku Bersukacita karena Tuhan (Doa Hana), Bersukacitalah Senantiasa, Ucaplah Syukur Senantiasa Atas Segala Sesuatu, Biarlah Damai Kristus Melimpah, Nyatakan Keinginanmu kepada Allah, Pemberianmu Melimpahkan Ucapan Syukur kepada Allah, dan Segala yang Diciptakan Allah Itu Baik.
Penulis Budi Santosa dan Amin Susanto merancang buku ini secara tematis, ringkas, namun tetap menyentuh dasar Kitab Suci dan kehidupan umat sehari-hari. Diharapkan, buku ini menjadi teman setia dalam pelayanan, sumber inspirasi yang menyegarkan dan penolong yang memudahkan dalam menyampaikan Sabda dengan sukacita dan penuh makna. (mar)












