bernasnews — Suasana hening dan penuh khidmat menyelimuti Kapel Wisma Emanuel Lingkungan Santa Angela Merici, Suryoputran, Paroki Pugeran, Yogyakarta, Kamis malam, 6 November 2025.
Umat lingkungan berkumpul dalam perayaan Ekaristi Peringatan Arwah Orang Beriman, yang dipimpin oleh Romo Jakobus Aditya Christie Manggala, SJ. Perayaan ini menjadi momen istimewa, karena Romo Aditya merupakan bagian dari umat lingkungan Santa Angela Merici saat masa kecilnya di Kampung Suryoputran, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Yogyakarta.
Dalam homilinya, Romo Aditya mengajak umat untuk mengenang dengan kasih dan doa mereka yang telah berpulang mendahului kita. “Kematian bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari kehidupan kekal bersama Allah. Dengan berdoa bagi arwah, kita juga memperbarui iman kita akan kebangkitan dan kehidupan yang abadi,” tutur Romo Aditya. yang kini melayani di Serikat Yesus (SJ).
Ekaristi malam itu berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Lilin-lilin menyala di meja altar, sementara nama-nama anggota keluarga dan umat yang telah meninggal dibacakan satu per satu sebelum Ekaristi dimulai. Iringan lagu-lagu menambah suasana reflektif dan penuh harapan akan kehidupan kekal.
Ketua Lingkungan Santa Angela Merici, Thomas Iskandar Kurniawan, dalam sambutannya, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Romo Aditya. “Kami bangga sekaligus bersyukur, karena Romo Aditya pernah tumbuh di lingkungan ini. Kehadirannya malam ini membawa kenangan dan semangat bagi kami semua untuk terus berdoa bagi arwah orang beriman,” kata Iwan sapaan akrab Thomas Iskandar Kurniawan, dalam rilisnya, Sabtu (8/11/2025).
Makna Peringatan Arwah Orang Beriman di Bulan November
Bulan November dalam tradisi Gereja Katolik dikenal sebagai bulan arwah, saat umat diajak secara khusus untuk mendoakan jiwa-jiwa di api penyucian — mereka yang sedang disucikan sebelum bersatu dengan Allah dalam surga.
Peringatan ini berakar pada keyakinan iman bahwa doa, karya amal, dan Ekaristi yang dipersembahkan di dunia dapat menolong jiwa-jiwa yang telah meninggal menuju keselamatan kekal. Setiap tanggal 2 November. Gereja merayakan Peringatan Arwah Semua Orang Beriman (All Souls’ Day), namun semangat doa bagi arwah terus dilanjutkan sepanjang bulan tersebut.
Dalam kehidupan sehari-hari, bulan arwah menjadi kesempatan bagi umat untuk merenungkan makna kematian, kehidupan abadi, dan kasih Allah yang melampaui batas waktu dan ruang. Doa bagi arwah juga menjadi bentuk kasih yang nyata bagi mereka yang telah mendahului kita.
“Perayaan Ekaristi di Lingkungan Santa Angela Merici menjadi pengingat bahwa iman dan kenangan tidak pernah mati. Melalui doa dan perayaan bersama, umat meneguhkan keyakinan bahwa kasih Allah mempersatukan yang hidup dan yang telah berpulang dalam satu tubuh Kristus,” ujar Iwan, yang juga seorang guru di SMP Swasta di Yogyakarta. (*/ted)












