News  

Waspada Cuaca Ekstrem Sabtu (8/11), BMKG DIY Peringatkan Hujan Lebat Disertai Angin Kencang dan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter

Cuaca Ekstrem Sabtu/Foto: BMKG

bernasnews– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi sepanjang Sabtu, 8 November 2025.

Dalam rilis resminya, BMKG menyebutkan bahwa cuaca di wilayah DIY berpotensi mengalami hujan lebat beserta kilat dan angin kencang, terutama pada siang hingga sore hari.

“Gelombang tinggi di perairan selatan DIY dapat mencapai 4 meter, sehingga kami mengimbau agar nelayan dan wisatawan pantai menunda aktivitas di laut,” tegasnya.

Berdasarkan prakiraan BMKG DIY, berikut rincian cuacanya.

  • Pagi Hari: Relatif cerah berawan.
  • Siang hingga Sore Hari: Berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat di wilayah Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul bagian utara, Kulon Progo bagian utara, dan Gunungkidul.

Sementara itu, wilayah Kulon Progo bagian selatan dan Bantul bagian selatan mungkin hanya mengalami hujan ringan hingga sedang.

  • Malam Hari: Seluruh wilayah DIY berpotensi akan hujan ringan.
  • Dini Hari: Hujan ringan berpotensi kembali terjadi di Kulon Progo bagian selatan, Bantul bagian selatan, dan Gunungkidul bagian selatan.

Suhu udara di wilayah DIY berkisar antara 22 hingga 31 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi mencapai 70–98 persen. Lalu, arah angin dominan berembus dari selatan hingga barat laut dengan kecepatan antara 5 hingga 30 kilometer per jam.

Tinggi gelombang laut di perairan selatan Yogyakarta pada Sabtu (8/11) mencapai 2,5 hingga 4 meter, masuk dalam kategori tinggi.

“Angin baratan yang cukup kuat dari Samudra Hindia menyebabkan peningkatan tinggi gelombang. Kami mengimbau masyarakat agar tidak mendekat ke area pantai hingga situasi dinyatakan aman,” tulis BMKG dalam peringatannya.

BMKG meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem Sabtu ini. Keadaan ini menimbulkan potensi bencana hidrometeorologi, seperti genangan air, banjir, dan pohon tumbang akibat angin kencang.

Selain itu, masyarakat di pesisir selatan sebaiknya tidak melakukan aktivitas pelayaran skala kecil serta menjauhi pantai saat ombak besar berlangsung.

Warga juga perlu memantau pembaruan prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak terverifikasi. (ef linangkung)