bernasnews – Taman Penitipan Anak Rumah Pintar Indonesia yang disingkat TPA RPI merupakan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini yang berada di Jalan Gambir No. 22 Karanggayam CT-VIII Depok, Sleman, Yogyakarta. TPA ini memberikan fasilitas dan layanan edukasi mulai usia 3 bulan sampai 6 tahun dengan hari operasional Senin sampai Jumat, pukul 08.00 – 17.00 WIB.
“TPA RPI hadir guna menjawab dan memberikan solusi untuk orang tua yang harus bekerja, dengan tidak mengesampingkan edukasi dan pengasuhan yang tepat sesuai tumbuh kembang anak,” kata Pendiri RPI dr. Andyda Meliala yang didampingi Kepala Sekolah TPA RPI Wulandari kepada bernasnews di sekolah setempat, belum lama ini.
TPA RPI adalah lembaga PAUD milik perorangan, didirikan oleh dr. Andyda Meliala yang terlahir dari keluarga yang berprofesi sebagai dokter. Dokter Andyda mempunyai misi untuk berbagi pengalaman dengan orangtua lain dan membangun bangsa melalui edukasi parenting. Pada tahun 2011, Dokter Andyda mendirikan Resourceful Parenting Indonesia (RPI) dengan visi agar setiap orang dewasa memiliki sumber pengetahuan yang teruji untuk membesarkan dan mendidik anak.
RPI berbentuk lembaga yaitu Lembaga Meliala Pinem, dengan Akta Nomor 02, Tanggal 7 Februari 2014 Notaris M. Agus Hanafi, S.H. Kemudian tahun 2016 Dokter Andyda mendirikan Daycare, Kelompok Bermain, dan Taman Kanak-Kanak Rumah Pintar Indonesia (RPI) yang mempunyai visi menjadi mitra orang tua yang terpercaya dalam tumbuh kembang anak sesuai usianya, baik pikiran, jasmani, dan rohani anak secara terintegrasi berbasis pada kecerdasan majemuk dan plastisitas otak.
Sejak berdiri TPA RPI, hingga saat ini operasional mengikuti kebijakan pemerintah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman. Legalitas TPA RPI dengan Ijin pendirian No : 503/199-2024-PEND/199-2024-2020717/PEND/2024 yang dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu kabupaten Sleman. TPA RPI terakreditasi B yang dikeluarkan oleh BAN PNF pada bulan Oktober 2023.
Wulandari menambahkan, TPA RPI memberikan pelayanan pada anak usia dini secara utuh atau menyeluruh yang mencakup layanan gizi dan kesehatan, pendidikan dan pengasuhan, dan perlindungan, untuk mengoptimalkan semua aspek perkembangan anak.
“Hal ini dilakukan karena TPA RPI ingin melahirkan generasi unggul yang sehat, cerdas, kreatif dan berkarakter. TPA RPI menyadari bahwa setiap anak itu unik, sehingga sekolah memberikan fasilitas kepada setiap anak sesuai minat bakat dan ketertarikannya. Salah satu keunggulan TPA RPI adalah sekolah Inklusi dengan fasilitas terapi khusus bagi anak yang mengalami keterlambatan perkembangan sesuai tahapan usianya,” kata dia.
VISI TPA RPI
Pada bagian lain, dr. Andyda Meliala mengemukakan Visi TPA RPI yakni : Mengembangkan setiap anak menjadi individu yang utuh, mandiri, bernalar kritis, beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
”Visi kami menjadikan semua siswa TPA Rumah Pintar Indonesia menjadi individu yang utuh dalam arti Sehat Tubuh, Emosi, Pikiran, dan Spiritual atau STEPS. Bagaimana setiap anak terpenuhi kebutuhan gizi seimbangnya untuk pertumbuhan yang optimal dan selalu terjaga kesehatannya.
Bagaimana setiap anak mendapatkan perlindungan, kenyamanan dan kebahagiaan dalam perkembangannya untuk bisa mengembangkan potensi diri anak secara optimal, mengembangkan kecerdasan emosi anak sejak dini dengan harapan anak – anak mampu mengidentifikasi segala emosi yang dirasakan, untuk bisa mengelola emosi dengan baik dan mengekspresikan secara wajar.
Pikiran yang sehat menjadikan anak peka terhadap diri dan lingkungan, mampu berpikir kritis dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi, tangguh dan termotivasi untuk belajar banyak hal mengembangkan semua aspek kecerdasannya, ada sembilan Kecerdasan majemuk, dengan demikian anak-anak akan tergali bakat dan minatnya sejak usia dini,” kata Andyda.
Pada bagian lain Wulandari mengemukakan, kegiatan pembelajaran intrakurikuler di TPA RPI dirancang agar anak dapat mencapai kemampuan yang tertuang dalam Capaian Pembelajaran (CP) fase fondasi. Pembelajaran difokuskan pada pemenuhan kebutuhan perkembangan anak secara menyeluruh melalui kegiatan bermain yang aktif, menyenangkan, bermakna, dan menantang sesuai dengan usia dan tahapan perkembangan.
Seiring dengan kebijakan dari pemerintah bahwa dalam pelaksanaannya melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam (PM), yaitu pendekatan yang menekankan penciptaan suasana belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Pendekatan ini dilaksanakan melalui integrasi empat unsur utama: olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga, secara holistik dan terpadu.
Pembelajaran Mendalam diarahkan untuk mendukung pencapaian delapan dimensi Profil Lulusan yaitu Keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Kewargaan, Penalaran kritis, Kreativitas, Kolaborasi, Kemandirian, Kesehatan, Komunikasi Delapan dimensi tersebut mencerminkan kompetensi utuh yang harus dimiliki peserta didik setelah menyelesaikan proses pendidikan. Kompetensi ini tidak hanya mencakup aspek kognitif, tetapi juga penguatan karakter dan keterampilan hidup yang relevan dengan kehidupan anak sehari-hari.
Prinsip pembelajaran berpusat pada peserta didik dengan pendekatan yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, yang diwujudkan melalui pengalaman belajar anak dalam tiga tahap yaitu, (1) Memahami: mengamati, mengenali, dan menanyakan; (2) Mengaplikasikan: melakukan dan mencoba; (3) Merefleksi: mengevaluasi pengalaman dan menarik makna.
TPA RPI hadir untuk keluarga secara keseluruhan, dengan memberikan layanan konseling bagi orang tua yang membutuhkan, ada kegiatan parenting guna menyamakan pengetahuan tentang tumbuh kembang anak dan pola asuh terhadap anak-anak dengan tepat dan berbagi pengalaman diantara orang tua.
PERTUMBUHAN ANAK DIPANTAU
Pemantauan pertumbuhan anak anak rutin dilakukan setiap bulan yaitu pengukuran berat dan tinggi badan, memberikan layanan pemberian obat cacing dan Vitamin A bekerja sama dengan Puskesmas Depok III Sleman, serta pemeriksaan perkembangan anak setiap enam bulan sekali, guna memastikan kesehatan gigi, mata dan THT, juga tahapan perkembangan anak sesuai dengan usianya.
Untuk pemenuhan gizi setiap hari, diimbau sebelum ke sekolah anak sudah sarapan di rumah, makan siang disiapkan sekolah dengan menu beragam, seimbang, dan bahan yang terpilih, dimasak langsung oleh petugas di sekolah, sedang makan malam diharapkan merupakan quality time anak dengan orang tuanya.
Dokter Andyda Meliala mengatakan, pendidikan yang pertama dan utama tetap dalam lingkungan keluarga, sehingga bersinergi dengan sekolah tentang pola asuh dan membangun karakter baik di dalam diri anak sangat penting dan wajib menjadi perhatian bagi para orang tua.
“Untuk itu mari bersama memberikan yang terbaik bagi putra putri kita di usia “golden age” dengan memenuhi hak anak dengan kasih sayang dan perlindungan, memfasilitasi tumbuh dan berkembangnya di fase pondasi ini untuk masa depan anak lebih baik dan tangguh dalam perkembangan zaman,” kata dia. (mar)












