News  

Kebakaran Pabrik Furniture di Jetis Bantul, Kerugian Capai Rp45 Juta

Kebakaran Pabrik Furniture di Jetis Bantul/Foto: Polres Bantul

bernasnews— Suasana siang di Dusun Bungas, Kalurahan Sumberagung, Jetis, Bantul, mendadak berubah mencekam. Kepulan asap tebal terlihat menjulang dari atap sebuah bangunan pabrik furniture. Warga sekitar berlarian mendekat ke sumber asap.

Tak lama, api tampak membara dari ruang oven pengeringan kayu milik CV Karya Wahana Sentosa (KWaS). Melansir dari kabarjawa.com, kebakaran itu terjadi sekitar pukul 12.10 WIB, Kamis (6/11/2025).

Menurut laporan PS Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, api diduga berasal dari ruang oven tempat pengeringan kayu jati yang digunakan dalam proses produksi.

Kronologi Kebakaran Pabrik Furniture di Jetis Bantul

Seorang karyawan pabrik, Heryanto Hibono (23), menjadi orang pertama yang menyadari adanya kejanggalan. Ia melihat asap pekat keluar dari pintu ruang oven. Panik, Heryanto segera memanggil rekannya, Sunarno (52).

Saat pintu oven dibuka, api sudah menyala hebat di dalam tungku. Melihat itu, Muh Ridwan (28) selaku satpam pabrik langsung mengambil alat pemadam api ringan (APAR) dan berusaha menaklukkan api. Namun, kobaran api justru semakin besar dan menjalar ke dinding serta atap bangunan.

Pihak perusahaan pun segera menghubungi Pemadam Kebakaran Kabupaten Bantul dan Polsek Jetis. Dua armada damkar tiba di lokasi sekitar pukul 12.20 WIB dan langsung melakukan penyemprotan. Setelah sekitar 35 menit berjibaku, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.55 WIB.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini. Namun, kebakaran tersebut menimbulkan kerugian materi sekitar Rp45 juta.

Api melalap sekitar 4 meter kubik kayu bahan furniture senilai Rp30 juta, mesin oven semi manual senilai Rp10 juta, serta sistem tungku dan sebagian atap bangunan dengan nilai kerusakan sekitar Rp5 juta.

Pemilik pabrik, RAP (56), warga Banguntapan, Bantul, terlihat terpukul menyaksikan pabriknya yang porak-poranda.

“Biasanya aman, tapi kali ini sepertinya ada kebocoran di tungku atau panasnya terlalu tinggi,” ujarnya lirih saat dimintai keterangan.

Dugaan Penyebab: Suhu Panas dan Ventilasi Tidak Sempurna

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, mesin oven telah menyala sejak Rabu (5/11/2025) siang untuk proses pengeringan kayu yang biasanya memakan waktu hingga 10 hari.

Tim gabungan dari Polsek Jetis, BPBD Bantul, dan PMI Kabupaten Bantul langsung terjun ke lokasi. Di bawah pimpinan Kanit Samapta Iptu Sukirna dan Kanit Intelkam Ipda Arif Hidayat, petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memintai keterangan saksi, dan memastikan tidak ada titik api tersisa.

“Kami menduga sumber api berasal dari kebocoran tungku oven atau suhu berlebih akibat sistem ventilasi panas yang tidak sempurna,” jelas Iptu Rita Hidayanto.

Ia menambahkan, pihaknya sudah melaporkan kejadian ini kepada pimpinan serta mengimbau pabrik-pabrik lain agar melakukan pemeriksaan rutin terhadap peralatan yang berpotensi menimbulkan bahaya.

Setelah api padam, bau kayu terbakar masih menyengat di udara. Dinding ruang oven tampak hitam terbakar, atap berlubang, dan serpihan kayu sisa produksi berserakan di lantai.

Kebakaran  pabrik furniture ini menjadi peringatan serius bagi pelaku industri furniture di Bantul dan sekitarnya. Proses pengeringan kayu dengan oven memang penting untuk menjaga kualitas produk. Namun, ini juga memiliki risiko tinggi bila pengawasan dan perawatan mesin tidak berjalan dengan baik.

“Tidak ada korban, itu yang paling penting. Tapi kami berharap peristiwa ini bisa jadi pelajaran bagi semua pelaku industri,” tutup Iptu Rita.***(Eln)