Kala Siswa Sekolah Rakyat di Sleman Bermimpi Jadi Bupati hingga CEO

Momen Menteri Sosial Saifullah Yusuf didampingi Gubernur DIY, SUltan HB X saat berbincang dengan siswa Sekolah Rakyat di Sleman yang bercita-cita menjadi CEO. foto: birgita/bernasnews

bernasnews — Suasana penuh semangat tampak di Sekolah Rakyat Menengah Atas 20, Bromonilan, Purwomartani, Kalasan, Sleman, saat Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau langsung kegiatan belajar siswa. Dalam kunjungan itu, dua siswa mencuri perhatian dengan mimpi besar mereka, menjadi bupati dan menjadi CEO.

“Sebelumnya kalau bicara di depan umum suka kurang pede, tapi hari ini merasa lebih pede,” ujar Ikhsan, siswa Sekolah Rakyat yang bercita-cita menjadi bupati, saat berbincang dengan Menteri Sosial, Kamis (6/11/2025).

“Cita-citanya jadi bupati ya,” timpal Mensos Saifullah.

Di sisi lain, Louvie, teman sekolahnya, menyampaikan dengan yakin bahwa ia ingin menjadi seorang CEO di masa depan.

“Cita-citanya menjadi CEO,” bebernya.

Mereka seolah menggambarkan semangat generasi muda di Sekolah Rakyat yang terus tumbuh meski berasal dari keluarga sederhana.

Wujud Nyata Sinergi untuk Pendidikan Berkeadilan

Dalam kesempatan itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak kurang mampu. Kunjungan tersebut juga menjadi momen istimewa dengan penyerahan simbolis bus sekolah dari Kementerian Perhubungan untuk mendukung mobilitas siswa.

“Kerja sama ini bukan sekadar penandatanganan dokumen administratif, tetapi wujud nyata dari semangat sinergi antarkementerian,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan sosial dan transportasi harus berjalan beriringan, bukan hanya menghubungkan tempat, tetapi juga menghubungkan manusia dengan harapan.

Menteri Saifullah menggambarkan, transportasi adalah urat nadi mobilitas manusia, sementara kerja sosial adalah denyut kemanusiaannya. Ketika keduanya bersatu, lahirlah keadilan sosial yang bergerak, bukan hanya di atas kertas, tapi di jalan-jalan kehidupan rakyat.

Penyerahan bus sekolah itu menjadi simbol penting dari kehadiran negara dalam mendukung pendidikan yang merata.

“Bus ini bukan sekadar kendaraan, tetapi jembatan menuju masa depan, mengantar anak-anak bangsa dari rumah sederhana menuju gerbang ilmu pengetahuan, dari keterbatasan menuju kesempatan,” kata Saifullah Yusuf.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk nyata dari transportasi berkeadilan sosial, di mana kendaraan tidak hanya mengangkut penumpang, tetapi juga mengangkut mimpi dan cita-cita para siswa Sekolah Rakyat.

Dari Sabang hingga Merauke, Sekolah Rakyat Terus Bertumbuh

Dalam sambutannya, Saifullah Yusuf juga menyampaikan bahwa program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto telah berkembang pesat. Tentunya kabar ini menjadi capaian positif di sisi pendidikan Indonesia.

“Kalau sebelumnya disebutkan target 53 Sekolah Rakyat, maka tahun 2025 ini telah beroperasi 166 titik di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya mengentaskan kemiskinan dan terhubung dengan berbagai program nasional yang dijalankan pemerintah.

Saifullah juga memaparkan bahwa pemerintah menyiapkan dua jalur utama bagi lulusan Sekolah Rakyat pada tahun 2028 mendatang.

“Sesuai arahan Presiden, nanti ada dua jalur, satu ke perguruan tinggi, dan satu lagi bagi mereka yang ingin langsung bekerja,” ujarnya.

Bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan di bidang transportasi, akan ada bimbingan dan tes seleksi bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan serta perguruan tinggi yang siap menampung lulusan Sekolah Rakyat.

“Sudah ada beberapa kampus yang siap menerima siswa Sekolah Rakyat dengan standar yang telah ditetapkan,” tutur Saifullah Yusuf.

Dengan dukungan pemerintah, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga wadah menumbuhkan mimpi besar dari anak-anak yang kini berani bermimpi menjadi bupati hingga CEO masa depan Indonesia.