bernasnews – Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman mencatat ratusan warganya mendaftarkan diri untuk bekerja di luar negeri. Berdasarkan data Disnaker Kabupaten Sleman, angka tenaga migran mengalami lonjakan tiap tahunnya. Data 2021 sebanyak 45 orang tercatat sebagai pekerja di luar negeri.Kemudian, pada 2022 angkanya naik menjadi 282 orang. Kemudian pada 2023 sebanyak 337 orang.
Memasuki 2024 sebanyak 305 orang dan 2025 sudah tercatat 310 orang. Kepala Dinas Tenaga Kerja Dra. Epiphana Kristiyani, MM mengatakan animo masyarakat untuk bekerja ke luar negeri begitu tinggi.Untuk itu, pihaknya memiliki tanggung jawab dalam memberikan perlindungan kepada tenaga migran.
Menurutnya, perlindungan terhadap tenaga migran ada dua, yaitu sebelum bekerja dan setelah bekerja.
“Pemerintah daerah akan selalu hadir dan aktif melindungi warga Kabupaten Sleman yang bekerja di luar negeri,” kata Epiphana, pada Selasa (4/11/2025) di Ruang Rapat Sembada kepada Media saat Jumpa Pers.
Dia mengakui masih ada permasalahan yang menimpa tenaga migran di luar negeri terutama yang melalui jalur ilegal.
“Kalau kami melindungi tenaga migran berarti ikut melindungi perekonomian keluarga. Otomatis akan melindungi perekonomian masyarakat sekitar,” ujarnya. Lebih lanjut Ephipana mengungkapkan bahwa tenaga migran dari Kabupaten Sleman banyak tersebar di Malaysia, Jepang, Hong Kong, Korea Selatan, Taiwan hingga Turki. Dia pun berharap agar calon tenaga migran memilih jalur resmi dalam mendapatkan pekerjaan di luar negeri untuk mengurangi risiko masalah terkait ketenagakerjaan. (Nun)












