News  

Dinkes Kota Yogya Mengimbau Masyarakat, Waspada Penyakit yang Timbul di Musim Penghujan

Suasana jumpa pers yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. (Nuning Harginignsih/ bernasnews)

bernasnews — Musim hujan yang sudah mulai turun di wilayah Yogyakarta, tentu memerlukan kewaspadaan untuk mengantisipasi timbulnya beberapa penyakit, misalnya Demam Berdarah Dengue (DBD) dan penyakit lainnya.

Pasalnya di kota Yogyakarta pada bulan Oktober tahun 2025 ini sempat ada 249 kasus DBD, yang dibanding tahun tahun sebelumnya sama kasusnya dan ini yang menjadikan perhatian kita semua.

Demikian dikemukakan oleh dr. Endang Sri Rahayu Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular  dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta yang didampingi Drs. Sholikhin Dwi Ramyana, M.Epid, ada saat jumpa pres, di Ruang Rapat Kominfosan, Komplek Balaikota Yogyakarta, Selasa (4/11/2025).

Menurut dr. Endang, dari beberapa penyakit yang biasa timbul di musim hujan diantara Demam Berdarah (DB), Leptospirosis, dan influenza. Penyakit Demam Berdarah (DB) disebabka oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang berkembang terutama pada musim hujan.

“Gigitan nyamuk tersebut bisa menyebabkan Demam Berdarah sehingga untuk mengantisipasi hal tersebut Pemkot Yogyakarta mengimbau kepada masyarakat  untuk melakukan tindakan pencegahan dengan upaya GIRIJ (Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik) dengan melibatkan seluruh anggota keluarga  menjadi juru Pemantau Jentik di lingkungan rumah, perkantoran, sekolah dan tempat umum,” ungkapnya.

Endang menambahkan, bahwa selain gerakan G1R1J juga harus melaksanakan PSN 3M. PSN 3M Plus perlu dilakukan yaitu Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan Menutup tempat penampungan air, dan manfaatkan/ mendaur ulang barang bekas yang dapat menjadi tempat tertampunya air hujan

“Selain tindakan PSN 3 M Plus kita juga perlu  memasang kasa nyamuk pada ventilasi rumah, menggunakan cairan anti nyamuk, memberantas jentik nyamuk dengan larvasida di genangan air, Ikanisasi, menanam tanaman pengusir nyamuk, abatisasi, program kranisasi mengganti bak mandi dengan ember, tidak menggantung pakaian terlalu lama dan mengontrol tempat minum hewan piaraan, sedang untuk fogging itu tindakan akhir,” terang dr. Endang.

Selain DB, penyakit yang sering timbul dimasa pancaroba ini ada Leptospirosis, yaitu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Leptospira yang ditularkan dari hewan seperti tikus kuda, babi kambing dan lain nya kepada manusia yang bisa menyebabkan kematian. Untuk leptospirosis ini yang beresiko tinggi adalah  orang-orang yang bekerja di sawah, perkebunan, tambang, pekerja peternakan/RPH, dokter hewan/ mantri, personil militer

Selain itu, lingkungan genangan air hujan dan lingkungan yang banyak tikusnya termasuk sanitasi yang buruk juga bisa jadi resiko karena bakeri Leptospira masuk ke tubuh manusia melalui kulit yang terluka/ terbuka, serta selaput lendir (hidung, mulut,mata).

Semenara penyakit influenza/flu merupakan penyakit menular yang menyerang tenggorokan, hidung dan paru – paru sehingga bisa menyebabkan sakit kepala, demam, hidung tersumbat, pilek atau batuk.

“Penyakit Flu ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus influenza  dengan gejala umum demam, batuk, nyeri tenggorokan, sakit kepala, diarendan beberapa gejala lainnya termasuk mual dan muntah,” imbuh dr. Endang.

Dari faktor resiko flu ini yang rentan terkena ada beberapa kelompok umur yaitu anak usia enam bulan sampai lima tahun, dewasa usia di atas 65 tahun, orang dengan kondisi imum, penderita asma, memiliki penyakit parilu kronis dan perokok.  Cara  mengatasi nflu dengan istirahat yang cukup, meningkatkan imun, makan yang bergizi akan sembuh dengan sendirinya, atau dengan periksa ke Faskes.

“Ini ada beberapa tips until menjaga kesehatan di musim hujan dengan pakai jaket/ jas hujan, pakai masker saat sakit atau sedang mengendarai motor, penuhi kebutuhan asupan harian kita, konsumsi vitamin yang cukup serta olah raga yang teratur,” pungkas dr. Endang. (nun)