News  

Kalurahan Wukirsari, Imogiri, Bantul Miliki Potensi Wisata Religi, Batik dan Wayang

Lurah Wukirsari, Imogiri, Bantul Sapto Hapsoro (kiri) saat diwawancarai wartawan. (Foto : Y.B. Margantoro/bernasnews)

bernasnews – Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali memiliki agenda besar, paling tidak dua item dalam waktu berdekatan. Pertama, Rabu (5/11/2025) dilakanakannya pemakaman Sunan Paku Buwono XIII di Makam Raja-Raja Imogiri. Kedua, hari Minggu (9/11) agenda Ziarah Seniman di Makam Giri Sapto Imogiri.

“Sejak ada kabar Sunan Paku Buwono XIII wafat di Solo, teman-teman wartawan sudah kontak saya bagaimana agenda pemakamannya di Makam Raja-Raja Imogiri,” kata Lurah Wukirsari Susilo Hapsoro, S.E. sambil tersenyum kepada bernasnews.

Ditemui saat rapat persiapan Ziarah Seniman 2025 bersama KOSETA (Koperasi Seniman dan Budayawan Yogyakarta) di Omah Canting Wukirsari, Imogiri, Minggu (2/11), Susilo Hapsoro yang kelahiran Bantul 4 Februari 1974 ini berberita tentang wilayah yang dia pimpin.

Menurut dia, Wukirsari merupakan daerah yang memiliki banyak potensi, baik potensi alam maupun masyarakatnya. Di wilayah ini terdapat makam raja-raja dan makam seniman yang menjadi wisata religi dan penting dalam meningkatkan keberlangsungan padukuhan.

Selain itu, di Wukirsari Imogiri terdapat potensi batik dan wayang, yakni adanya 634 pengrajin batik dan 300-an pengrajin wayang. Kedua potensi batik dan wayang ini sudah masuk UNESCO dan sudah diakui oleh UNESCO menjadi warisan budaya tak benda. Dalam mengembangkannya terdapat juga edu wisata belajar batik dan belajar wayang.

“Tahun 2024 kami mendapatkan penghargaan dari UNWTO (United Nations World Tourism Organization), yang berfokus pada bidang pariwisata. Juga penghargaan ADWI (Anugerah Desa Wisata Indonesia) sebagai juara satu,” kata Susilo Hapsoro.

Menurut dia, wisata religi ini menjadi pusat dan poros utama di wilayah Wukirsari, Imogiri. Sandiaga Uno saat menjabat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Indonesia turut serta berkunjung ke Wukirsari, Imogiri untuk melihat potensi dan sekaligus berziarah ke makam raja-raja pada tahun 2023.

“Dalam kegiatan wisata religi ini, Paguyuban Keluarga Seniman Makam Giri Sapto Imogiri juga tetap menjaga tradisi yang sudah dilaksanakan sejak lama. Ini sebagai bentuk memuliakan dan menghargai pahlawan Wirabangsa,” kata dia. (mar/Syifa Alisyia)