bernasnews — Masjid Ngadinegaran berdiri di jalur Sumbu Filosofi Yogyakarta sebagai salah satu penanda spiritual yang memadukan unsur budaya Jawa dan nilai keislaman.
Masjid ini bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga simbol keselarasan antara iman, budaya, dan tata ruang yang telah diakui UNESCO sebagai bagian dari Warisan Budaya Dunia.
Seorang tokoh setempat menyampaikan bahwa Masjid Ngadinegaran memiliki nilai penting bagi peradaban Yogyakarta.
Ia menilai keberadaan masjid ini merepresentasikan hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, dan manusia dengan alam semesta sebagai tiga pilar keselarasan dalam filosofi tata ruang Yogyakarta.
“Masjid Ngadinegaran bukan hanya rumah ibadah, melainkan juga penanda spiritual dan kultural yang menyatukan nilai-nilai keislaman dengan filosofi tata ruang Yogyakarta,” ujarnya.
Ikon Spiritual dan Kultural di Jalur Sumbu Filosofi
Tokoh tersebut menyampaikan bahwa menjaga Masjid Ngadinegaran berarti turut menjaga nilai luhur Yogyakarta sebagai kota berbudaya.
Ia menyebut keberadaan masjid di jalur Sumbu Filosofi bukan kebetulan, melainkan wujud kesadaran kosmologis yang diwariskan para pendiri Yogyakarta.
“Saya berharap Masjid Ngadinegaran ke depan dapat terus menjadi ikon spiritual di kawasan Sumbu Filosofi. Menjadi contoh bagaimana nilai religiusitas dan budaya dapat hidup berdampingan secara harmonis,” terangnya.
Ia menambahkan bahwa masjid tidak hanya dipertahankan dari sisi fisik bangunan, namun juga dihidupkan melalui aktivitas keagamaan dan sosial.
“Kita ingin masjid ini tidak hanya kokoh bangunannya, tetapi juga hidup kegiatannya dengan pengajian, dakwah, pendidikan, kegiatan sosial, dan pemberdayaan umat,” sambungnya.
Kegiatan Keagamaan dan Kebudayaan
Pernyataannya menjadi ajakan bagi masyarakat untuk menjaga kelestarian masjid-masjid bersejarah yang berada di jalur Sumbu Filosofi. Masjid Ngadinegaran terus berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan dan kebudayaan.
Suara azan dari menaranya menjadi pengingat bahwa Yogyakarta tidak hanya dikenal sebagai kota pendidikan dan pariwisata, tetapi juga sebagai kota spiritual yang menempatkan harmoni iman dan budaya sebagai identitasnya.












