News  

Hilang Konsentrasi, Pelajar 13 Tahun Kehilangan Nyawa di Jalan Sunyi Hutan Jaten Gunungkidul

Ilustrasi | Kecelakaan lalu lintas di Semanu Gunungkidul. (AI/Bernasnews)

Bernasnews – Sunyinya jalan yang membelah Hutan Jaten di Padukuhan Gemulung, Kalurahan Ngeposari, Kapanewon Semanu, mendadak berubah mencekam pada Minggu, 2 November 2025 siang.

Di jalur yang biasanya digunakan warga menuju Candirejo itu, suara benturan keras terdengar memecah ketenangan. Beberapa warga yang berada tidak jauh dari lokasi kaget dan bergegas mencari sumber suara.

Mereka menemukan seorang anak laki-laki tergeletak di tepi jalan, tepat di bawah pohon jati, dalam kondisi tidak lagi bergerak.

Kronologi Kecelakaan

Diberitakan tugujogja.id, korban diketahui berinisial AF, usia 13 tahun, warga Padukuhan Plebengan Lor, Candirejo. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa AF mengendarai sepeda motor Honda Supra X 125 seorang diri, melaju dari arah selatan menuju utara.

Tidak banyak pengendara lain yang melintas di jalur tersebut pada siang hari sehingga warga baru mengetahui peristiwa itu setelah mendengar dentuman keras.

Jalan di kawasan hutan itu tergolong sepi, lurus, dan sedikit menanjak. Permukaan aspal tidak terlalu lebar sehingga pengendara harus berhati-hati. Menurut saksi, motor korban melaju cukup cepat. Di tengah perjalanan, diduga AF kehilangan kendali.

Kendaraan yang dikendarainya tiba-tiba oleng ke kanan. Ia tidak sempat melakukan pengereman atau mengarahkan motor kembali ke jalur.

Dalam hitungan detik, motor menghantam batu besar di pinggir jalan dan langsung menubruk pohon jati. Benturan keras membuat tubuh korban terpental.

Ketika warga tiba, AF sudah tidak sadarkan diri. Luka berat tampak di bagian kepala dan tidak ada respons saat tubuhnya digerakkan.

“Saat kami datang, dia sudah tidak sadar. Kepalanya luka berat. Kami langsung hubungi polisi dan petugas medis, tapi nyawanya tidak tertolong,” ujar seorang warga yang ikut menolong di lokasi kejadian.

Tidak lama setelah laporan warga diterima, petugas dari Polsek Semanu mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

Motor korban ditemukan dalam kondisi rusak parah di sisi kanan jalan dengan bagian depan ringsek akibat benturan. Warga terlihat membantu proses evakuasi sambil menunggu petugas medis.

Polisi Pastikan Laka Tunggal

Dari pemeriksaan awal, polisi menduga kecelakaan merupakan kecelakaan tunggal yang terjadi karena pengendara kehilangan konsentrasi.

Faktor usia juga menjadi perhatian, mengingat korban masih berusia 13 tahun dan mengemudikan kendaraan tanpa pendamping.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Gunungkidul, Ipda Nur Ikhwan, menegaskan pihaknya tetap melakukan penyelidikan lanjutan, termasuk mengumpulkan keterangan saksi.

Dia mengingatkan bahwa peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak memberikan kendaraan bermotor kepada anak-anak di bawah umur.

“Anak berusia 13 tahun belum memiliki kemampuan dan kedewasaan untuk mengendalikan kendaraan bermotor di jalan raya. Kami mengimbau masyarakat agar lebih ketat mengawasi anak-anak mereka. Keselamatan di jalan bukan sekadar soal aturan, tapi nyawa taruhannya,” tegasnya.

Warga sekitar menyebut jalur Hutan Jaten sebenarnya cukup aman bila dikendarai dengan kecepatan normal. Namun jarang ada petugas yang berjaga dan jalanannya cenderung sepi.

Kondisi ini sering membuat pengendara tergoda melaju lebih cepat, terutama anak muda yang belum memahami risiko.

Pelajaran untuk Anak di Bawah Umur

Peristiwa nahas ini menambah daftar kecelakaan yang melibatkan pengemudi di bawah umur. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus serupa kerap terjadi di wilayah Gunungkidul.

Faktor minimnya pengawasan orang tua dan tingginya rasa percaya diri anak menjadi kombinasi berbahaya.

Kecelakaan yang merenggut nyawa AF meninggalkan duka bagi keluarga dan masyarakat. Warga berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi orang tua lainnya.

Ketenangan jalan pedesaan bukan jaminan keselamatan jika kendaraan dikemudikan tanpa keterampilan dan kedewasaan yang cukup.

Kasus ini masih dalam penanganan kepolisian dan pihak keluarga telah mengurus proses pemakaman.

Meski semua sudah terjadi dalam hitungan menit, kejadian ini kembali menegaskan bahwa mengizinkan anak di bawah umur mengendarai motor sama saja mempertaruhkan keselamatan mereka sendiri. (Eln)