News  

BMKG Ingatkan Warga DIY: Waspadai Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi pada Sabtu, 1 November 2025

Prakiraan Cuaca Sabtu/Foto: BMKG

bernasnews– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Yogyakarta memprediksi cuaca Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Sabtu, 1 November 2025, akan berlangsung dinamis dan berpotensi ekstrem di beberapa wilayah.

Prakiraan cuaca berlaku selama 24 jam mulai pukul 07.00 WIB hingga Minggu dini hari. BMKG meminta seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan hujan sedang hingga lebat serta gelombang laut tinggi.

Cuaca cerah berawan akan menyelimuti seluruh wilayah DIY pada pagi hari. Memasuki siang hingga sore, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan mengguyur Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo bagian utara, Bantul bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara.

Wilayah selatan, seperti Bantul bagian selatan, Kulon Progo bagian selatan, dan Gunungkidul bagian selatan, berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang. BMKG mengingatkan agar masyarakat berhati-hati terhadap kemungkinan genangan air, petir, dan angin kencang.

Menjelang malam, intensitas hujan mulai menurun. BMKG memprediksi potensi hujan ringan masih dapat terjadi di wilayah selatan DIY, meliputi Kulon Progo bagian selatan, Bantul bagian selatan, dan Gunungkidul bagian selatan.

Selama 24 jam ke depan, suhu udara di seluruh wilayah DIY akan berkisar antara 22 hingga 30 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi, mencapai 75 hingga 95 persen. Arah angin bertiup dari selatan ke barat laut dengan kecepatan antara 5 hingga 25 kilometer per jam.

Selain ancaman hujan lebat di daratan, BMKG juga memperingatkan tingginya gelombang laut di perairan selatan Yogyakarta. Ketinggian gelombang mencapai 2,5 hingga 4,0 meter, termasuk dalam kategori tinggi.

“Waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah utara DIY serta gelombang tinggi di perairan selatan. Kami imbau masyarakat tetap memantau informasi cuaca terkini dan menghindari aktivitas di area berbahaya,” terang petugas prakirawan BMKG dalam keterangan resminya, Jumat malam (31/10/2025).

BMKG menegaskan pentingnya langkah antisipatif menghadapi kondisi cuaca ekstrem. Warga di wilayah perbukitan perlu mewaspadai potensi tanah longsor, sementara masyarakat perkotaan perlu memperhatikan drainase. (ef linangkung)