News  

BMKG DIY Ingatkan Potensi Hujan Deras Disertai Angin Kencang di Penghujung Oktober Ini

Ilustrasi | Langit gelap dan mendung potensi hujan lebat dan angin kencang. (AI/Bernasnews)

bernasnews – Langit Yogyakarta diperkirakan tidak akan setenang biasanya di penghujung Oktober ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi hujan deras yang dapat disertai angin kencang dan petir pada Jumat, 31 Oktober 2025. Peringatan ini berlaku selama 24 jam, mulai pukul 07.00 WIB.

BMKG DIY menyebut, kondisi cuaca pada pagi hari masih relatif cerah berawan. Namun, ketenangan pagi itu diperkirakan akan berubah drastis menjelang siang hingga sore hari.

Awan tebal berpotensi menggulung cepat di langit utara Yogyakarta, membawa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Wilayah yang Berpotensi Terdampak

Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo bagian utara, Bantul bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara.

Di wilayah selatan seperti Bantul bagian selatan, Kulon Progo bagian selatan, dan Gunungkidul bagian selatan, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang juga berpotensi mengguyur pada siang hingga sore hari.

Memasuki malam hingga dini hari, potensi hujan ringan masih akan membayangi sebagian wilayah pesisir selatan.

BMKG memperkirakan suhu udara berkisar antara 22 hingga 30 derajat Celsius dengan kelembapan udara tinggi mencapai 75 hingga 95 persen. Arah angin bertiup dari selatan hingga barat laut dengan kecepatan 5 hingga 25 kilometer per jam.

Tak hanya di daratan, peringatan serius juga diberikan bagi masyarakat pesisir dan nelayan. BMKG menyebutkan tinggi gelombang di perairan selatan Yogyakarta diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter, masuk kategori gelombang tinggi. Kondisi ini dapat membahayakan aktivitas pelayaran dan wisata bahari.

Imbauan BMKG untuk Masyarakat

Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, dalam keterangan resminya, mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan cuaca ekstrem yang sering muncul di masa pancaroba.

Ia menegaskan bahwa hujan lebat disertai angin kencang bisa muncul tiba-tiba, bahkan di wilayah yang tampak cerah beberapa jam sebelumnya.

“Angin kencang di musim pancaroba sering disertai petir dan potensi pohon tumbang. Kami imbau masyarakat untuk waspada dan menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan deras terjadi,” tegasnya.

BMKG juga meminta para petani, pengguna jalan, serta pengelola wisata untuk memperhatikan prakiraan cuaca harian. Curah hujan tinggi dapat memicu genangan air, menghambat aktivitas pertanian, dan menimbulkan risiko kecelakaan lalu lintas akibat jalan licin.

Selain itu, masyarakat yang tinggal di wilayah perbukitan Gunungkidul dan Sleman diminta mewaspadai potensi longsor dan aliran air deras di jalanan menurun.

Sementara bagi warga pesisir selatan, BMKG menegaskan agar menunda sementara aktivitas melaut atau bermain di pantai hingga gelombang kembali normal.

Peringatan dini ini menjadi penanda bahwa musim hujan mulai menunjukkan intensitasnya. Yogyakarta bersiap menghadapi transisi dari kemarau ke musim penghujan.

BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memperbarui informasi cuaca secara real-time melalui kanal resmi, termasuk aplikasi Info BMKG dan media sosial.

Masyarakat diimbau untuk memantau informasi tersebut agar dapat melakukan langkah antisipatif dengan cepat.