bernasnews.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah tegas Polri dalam memusnahkan 214 ton narkoba hasil sitaan dari berbagai wilayah di Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung di Mabes Polri tersebut menjadi simbol keseriusan pemerintah dalam memberantas kejahatan narkotika yang mengancam masa depan bangsa.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa kejahatan narkoba adalah ancaman nyata terhadap ketahanan nasional.
“Perang melawan narkoba bukan hanya tugas aparat penegak hukum, tapi juga tanggung jawab moral seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya dengan tegas.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat kerja sama lintas lembaga untuk memastikan jaringan peredaran narkoba dapat diputus hingga ke akar-akarnya.
PERISAI Syarikat Islam: Pemuda Harus Jadi Garda Terdepan
Mendukung langkah pemerintah tersebut, Ketua Umum PERISAI Syarikat Islam, Aditya Yusma, menyatakan bahwa pihaknya siap berperan aktif dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.
Ia menegaskan, PERISAI akan menggerakkan seluruh kader di berbagai daerah untuk menjadi bagian dari gerakan nasional melawan narkoba.
“Kami di PERISAI Syarikat Islam percaya bahwa melindungi generasi muda dari bahaya narkoba adalah bagian dari jihad sosial. Pemuda harus menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba,” ujar Aditya.
Aditya juga menambahkan, gerakan moral ini tidak hanya sebatas kampanye seremonial, melainkan akan diwujudkan melalui program edukasi dan pelatihan di tingkat komunitas.
PERISAI menargetkan bisa berkolaborasi dengan lembaga pendidikan dan instansi pemerintah daerah untuk memperluas dampak gerakan tersebut.
Kolaborasi Nasional untuk Indonesia Bersih Narkoba
Pemusnahan narkoba secara besar-besaran yang dilakukan Polri menunjukkan hasil kerja keras berbagai pihak, mulai dari aparat penegak hukum, lembaga pemerintah, hingga dukungan masyarakat. Presiden Prabowo menilai, kolaborasi semacam ini harus terus dipertahankan agar Indonesia bisa benar-benar bebas dari jerat narkoba.
“Negara tidak boleh kalah dengan sindikat narkoba. Kita harus bersatu untuk menjaga masa depan anak-anak bangsa,” tutur Prabowo.
Senada dengan hal itu, Aditya Yusma dari PERISAI Syarikat Islam menggarisbawahi pentingnya membangun kesadaran kolektif di tingkat akar rumput.
Menurutnya, gerakan anti narkoba harus dimulai dari rumah, sekolah, hingga lingkungan sosial terkecil. “Kita tidak bisa hanya mengandalkan aparat. Semua elemen bangsa harus bergerak bersama,” tegasnya.
Pendidikan dan Keteladanan Jadi Kunci Pencegahan
Selain tindakan represif, langkah preventif juga menjadi kunci utama dalam memerangi narkoba. PERISAI Syarikat Islam menilai bahwa pendidikan karakter dan keteladanan memiliki peran besar untuk membangun generasi muda yang kuat secara moral dan spiritual.
Aditya menuturkan, “Kami ingin para pemuda tidak hanya paham bahaya narkoba, tapi juga punya keyakinan bahwa menjaga diri dari narkoba adalah bagian dari menjaga martabat bangsa.”
Dengan dukungan dari Presiden Prabowo dan seluruh elemen bangsa, PERISAI Syarikat Islam optimistis Indonesia dapat bergerak menuju masa depan yang lebih sehat, produktif, dan bebas dari ancaman narkoba.***












