News  

Ditargetkan Rampung 2026, Jalan Kelok 18 Magnet Baru Pariwisata DIY bagian Selatan

bernasnews — Pemerintah Daerah DIY melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) terus mendorong percepatan penyelesaian Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang akan menghubungkan Congot di Kabupaten Kulon Progo hingga Duwet di Kabupaten Gunungkidul.

Dari total 116,07 kilometer panjang JJLS, menyisakan ruas Jalan Kretek (Parangtritis)–Girijati yang sering disebut Kelok 18 (luk wolulas) sepanjang 5,30 kilometer dan saat ini masih dalam proses konstruksi, yang direncanakan akan terselesaikan di akhir tahun 2026.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIY, Tri Murtoposidi, saat sesi wawancara di Kantor Bidang Bina Marga DPUESDM DIY, dikutip dari jogjaprov.go.id.

“Jalan di perbukitan Kretek (Parangtritis)–Girijati dibuat berkelok-kelok untuk menyesuaikan kontur alam, agar kemiringan tidak terlalu curam dan lebih mudah serta aman untuk dilalui oleh kendaraan. Nah secara kebetulan jumlah kelok di ruas Parangtritis-Girijati berjumlah 18, sehingga muncul istilah Kelok 18  atau luk wolulas,” terang Tri.

Menurutnya, dorongan untuk segera tersambungnya JJLS di wilayah selatan juga merupakan wujud nyata keberpihakan terhadap arahan dan visi misi Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang ingin memperkuat pembangunan ke arah selatan. Pembangunan di wilayah selatan (JJLS) tentunya tidak lepas dari dukungan bersama antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten.

“Pembangunan JJLS selaras dengan visi misi Bapak Gubernur, yaitu pemberdayaan kawasan selatan. Keberadaan JJLS sebagai tulang punggung transportasi di sisi selatan DIY merupakan salah satu bentuk dukungan infrastruktur dalam rangka mendukung pengembangan wilayah selatan DIY,” ungkap Tri.

Disamping itu, JJLS juga merupakan pembangunan infrastruktur pariwisata, yang dapat menunjang pariwisata disepanjang rute JJLS. Pembangunan infrastruktur pariwisata memegang peranan penting untuk memajukan industri pariwisata di suatu daerah.

“Pasalnya dengan infrastruktur yang memadai, destinasi wisata mampu menawarkan pengalaman yang lebih baik, nyaman, aman, dan menarik bagi wisatawan yang datang,” ujar Tri.

Jalan kelok 18 dengan alur yang berkelok-kelok di daerah perbukitan, menawarkan pemandangan dan panorama laut selatan yang menakjubkan, dari ketinggian dapat terlihat pemandangan Pantai Parangtritis dan laut selatan yang luas, serta bisa melihat keindahan art lighting Jembatan Kretek dan Pandansimo. Selain infrastruktur utama, Kelok 18 juga akan dilengkapi dengan tempat istirahat mini atau rest area mini.

“Kelok 18 juga nanti akan dilengkapi dengan tempat istirahat mini, kapasitas mobil bisa lebih dari sepuluh, bisa untuk bis juga. Itu persis tepat di tengah, di perbatasan antara Bantul dan Gunungkidul,” beber Tri.

Menurutnya, jika semua berjalan sesuai rencana, JJLS dapat tersambung sepenuhnya pada akhir tahun 2026. Harapan apabila JJLS telah tersambung dan pasti arus lalu lintas menjadi lebih ramai, peningkatan lalu lintas di kawasan selatan pun dapat menjadi peluang ekonomi.

Pihaknya juga berharap, keindahan di kawasan selatan dapat menjadi magnet baru bagi wisatawan dan membuka peluang ekonomi masyarakat. Keindahan-keindahan ini bisa ditangkap semuanya, bisa menumbuhkan lokasi wisata baru.

“Bisa membangkitkan ekonomi masyarakat. Ini salah satu gambaran bahwa kita bisa semakin mendekat ke selatan, menghadap ke selatan,” pungkas Tri Murtoposidi. (ted)