News  

Bedah Buku Kuatkan SD Marsudirini Yogyakarta Konsisten atas Program Warcil

(2) Foto bersama peserta bedah buku di SD Marsudirni Yogyakarta, Selasa 28/10/2025. (Foto Humas sekolah)

bernasnews – Bedah Buku Wartawan Cilik Dongeng Murid bertajuk “Gantungkan Cita Setinggi Langit” diselenggarakan oleh Sekolah Dasar (SD) Marsudirini Yogyakarta di aula sekolah setempat Selasa (28/10/2025).

Agenda semarak yang juga disiarkan langsung di youtube sdmarsudiriniyogya ini diapresiasi oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) Kota Yogyakarta Budi Santosa Asrori, S.E., M.Si.

Gayung bersambut dengan harapan Budi Santosa Asrori agar program Wartawan Cilik (Warcil) sekolah ini terus dilanjutkan, pihak kepala sekolah juga telah mencanangkan komitmen untuk itu. Program ini sudah dilaksanakan selama tiga tahun terakhir ini dengan peserta seluruh siswa kelas 6, dan akan dikembangkan.

Kepala SD Marsudirini 2 Yogyakarta F.X. Oktaf Laudensius, S.Si., M.M. kepada bernasnews mengatakan, “Bedah buku Warcil menguatkan sekolah agar konsisten dan juga mengetahui hal yang perlu disiapkan di Warcil tahun 2026. Bedah buku Dongeng Murid melihat imajinasi anak saat ini di era digital.”

Menurut dia, agenda rutin tahunan bedah buku kali ini diadakan dalam rangka peringatan 105 Tahun SD Marsudirini Yogyakarta. Tampil sebagai narasumber Kepala Dinas Dikpora Kota Yogyakarta Budi Santosa Arsori, S.E., M.Si., Guru SD Marsudirini Yogyakarta Basilius Agung W., S.Pd.,

(1) Kepala Dinas Dikpora Yogyakarta, narasumber dan kepala sekolah dalam acara bedah buku di SD Marsudirini Yogyakarta, Selasa 28/10/2025. (Foto : Humas sekolah).

Juga Pegiat Literasi Y.B. Margantoro, serta Penulis Buku Warcil 2 Ruth Chatarina D.B., Penulis Buku Warcil 3 Silvester Jason N.M., Penulis Buku Dongeng Murid Yocelin Candella E.S., dan moderator Monica Nirwasita.

Secara bergantian, para penulis cilik itu menceritakan pengalaman empiris mereka ketika menjalani proses wawancara terhadap pejabat di Pemerintah Kota Yogyakarta, mengolah imajinasi, dan menyajikan dalam karya tulis yang kemudian dibukukan.

Ada aneka perasaan yang menyelimuti mereka saat proses berkreasi literasi sekolah itu. Namun pada akhirnya, mereka bersyukur, senang dan bangga atas hasil karya bersama yang monumental itu.

Siswa berani bereksplorasi

F.X. Oktaf Laudensius yang turut mendampingi proses penciptaan karya jurnalistik dan literasi anak itu menyatakan siswa diarahkan sekolah untuk berani bereksplorasi, berkolaborasi, dan menggantungkan cita setinggi langit. Selain itu, dalam karya dongeng para siswa diajak untuk menggali imajinasi sebanyak-banyaknya melalui goresan pensil mereka.

Kepala SD Marsudirini 1 Yogyakarta Sr. M. Rachel OSF, S.Pd. menyatakan pula, sebagai pendamping dia merasa sangat bangga melihat transformasi para siswa dari anak-anak yang pemalu menjadi pewawancara cilik kecil yang percaya diri dan kritis.

“Kegiatan wawancara Warcil ini menjadi bukti bahwa belajar dapat sangat menyenangkan dan penuh makna, terutama ketika dilakukan langsung dari sumbernya dan dengan semangat yang tulus dari anak-anak untuk mengenal dunia lebih dalam,” kata dia.

Selain dihadiri oleh para siswa kelas 6 dan beberapa guru SD Marsudirini Yogyakarta, mahasiswa KKN Universitas Atma Jaya Yogyakarta, dan Kabid Pembinaan SD Dinas Dikpora Yogyakarta Mujino secara luring, acara ini juga disaksikan secara daring melalui channel youtube sekolah.  (mar/ADV)