bernasnews – Pemerintah Kelurahan Panembahan menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pembuatan Batik “Segoro Amarto”, bertempat di Pendopo Mandiro Loka, Kantor Kelurahan setempat, Jalan Langenastran Lor, Kota Yogyakarta, pada tanggal 27 – 28 Oktober 2025.
Kegiatan ini diikuti 20 peserta kaum perempuan kreatif di wilayah Kelurahan, dengan menghadirkan narasumber Lik Iwon dan Tri Wahyono dari Koperasi Sati Batik Baik, Kampung Patehan, Kemantren Kraton.
Lurah Panembahan RM. Murti Buntoro, SH, MIP kepada bernasnews menjelaskan, bahwa kegiatan pelatihan pembuatan batik Segoro Amarto bertujuan selain untuk memperkenalkan motif baru (Segoro Amarto Reborn) kepada warga masyarakat Kota Yogyakarta.
“Juga untuk menumbuhkan kembali UMKM usaha batik pada warga yang pernah menjamur dan jaya pada zamannya di wilayah Kelurahan Panembahan,” kata RM. Murti Buntoro, melalui telepon, Selasa (28/10/2025)
Dikatakan, pelatihan ini terbagi dalam dua hari. Hari pertama adalah pembuatan pola atau bidang pada kain mori, kemudian dilanjutkan dengan praktik mengecap batik motif Segoro Amarto pada kain.
Menurut RM. Murti Buntoro, memproses batik cap meski terlihat sederhana dibanding dengan batik tulis memakai canting, tetap rumit dan pelik karena butuh konsentrasi serta mengecapnya secara presisi. Berikutnya, pada hari kedua, hari ini Selasa (28/10) adalah praktik pewarnaan batik cap tersebut.

“Tidak menutup kemungkinan bagi peserta yang ingin mengembangkan untuk usaha UMKM, peluangnya cukup besar dan nanti ke depan bisa berkolaborasi dengan Koperasi Kelurahan Merah Putih. Meskipun untuk Kelurahan Panembahan jenis usaha telah diputuskan berupa Grosir Sembako,” imbuhnya.
Seperti diketahui, bahwa motif Batik Segoro Amarto merupakan hasil karya kreatif warga Kota Yogyakarta yang menggambarkan filosofi kebijaksanaan, ketekunan, dan keselarasan, serta menjadi simbol kebangkitan industri batik lokal.
Motif batik ini resmi ditetapkan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta sebagai batik khas Kota Yogyakarta dan akan digunakan sebagai seragam pegawai (ASN) dan sekolah SD, SMP, SMA di Kota Yogyakarta. Segoro Amarto reborn bukan sekadar motif batik baru, tapi cerminan semangat gotong royong khas Yogyakarta.
Diperkenalkan kembali oleh Pemerintah Kota Yogyakarta, batik ini menggabungkan simbol-simbol Kota Yogyakarta seperti Tugu Jogja, pulpen, sawo kecik, dan pohon asem yang sarat filosofi kehidupan dan pendidikan. Juga elar 10 bulu, yang menandakan dalam pemerintahan Sultan HB X. (ted)












