bernasnews – Warga Sawahan Lor, Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Sleman, dikejutkan oleh penemuan bayi laki-laki yang diletakkan di depan rumah salah satu warga pada Minggu, 26 Oktober 2025 pagi.
Sekitar pukul 05.00 WIB, tangis lirih bayi yang baru lahir memecah keheningan pagi, membuat warga segera keluar rumah untuk memastikan sumber suara.
Di depan rumah itu, mereka menemukan sebuah kardus putih berisi bayi mungil yang dibungkus selimut lembut dan masih mengenakan popok baru.
Bayi tersebut tampak bersih, wangi, dan berusia hanya beberapa hari. Di samping tubuh mungil itu, terselip sepucuk surat tulisan tangan sepanjang dua halaman yang membuat siapa pun yang membacanya menitikkan air mata.
Surat Tangan Ibu: “Saya Menitipkan Anak Ini Karena Saya Sayang”
Bayi tersebut rupanya sudah diberi nama oleh orang tuanya: Alexander. Dalam surat yang ditulis dengan tulisan tangan gemetar, sang ibu muda menjelaskan alasannya menitipkan sang bayi kepada keluarga yang akan menemukannya.
“Saya mohon maaf sebelumnya, saya menitipkan bayi saya bukan karena tidak sayang pada anak saya. Justru karena saya sangat menyayanginya saya ingin yang terbaik untuk anak saya,” tulis sang ibu dalam pembuka suratnya.
Ia menuturkan bahwa kondisi ekonomi dan tempat tinggalnya tidak stabil, sehingga khawatir tidak mampu memberi perawatan dan kasih sayang yang layak bagi bayinya.
“Dengan hati yang tulus dan berat, saya titipkan anak saya di rumah ini. Saya percaya di tempat ini dia bisa tumbuh dengan baik, mendapatkan perhatian, pendidikan, dan kasih yang cukup,” tulisnya.
Bagian akhir surat itu menyiratkan tekad yang menggugah haru. Ia berjanji akan kembali menjemput anaknya pada Desember tahun depan.
“Saya berjanji tahun depan di bulan Desember saya akan kembali dan mengambil anak saya lagi. Saya mohon jangan laporkan saya ke pihak berwajib,” tulisnya.
Ia menutup suratnya dengan doa singkat:
“Semoga Tuhan membalas semua kebaikan yang dilakukan di tempatmu.”
Tulisan tangan itu menggambarkan kepanikan, kesedihan, dan cinta seorang ibu yang terpaksa melepaskan anaknya demi harapan hidup yang lebih baik.
Polisi dan RS Bhayangkara Ambil Tindakan Cepat
Setelah bayi ditemukan, warga segera melapor ke Polsek Ngemplak. Petugas bersama tim medis tiba di lokasi beberapa menit kemudian untuk mengevakuasi bayi dan melakukan pemeriksaan awal. Bayi Alexander kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Yogyakarta untuk mendapat perawatan intensif.
Diberitakan tugujogja.id. Kasi Humas Polresta Sleman, AKP Salamun, memastikan kondisi bayi dalam keadaan sehat.
“Kondisinya baik, berat badan normal, tali pusar sudah terawat,” ujarnya. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun kelalaian medis.
Dalam hitungan jam, foto-foto bayi dan surat tersebut viral di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun @merapi.uncover di Instagram.
Ribuan komentar bermunculan, sebagian besar berisi empati dan doa bagi bayi Alexander. Banyak warganet menilai keputusan sang ibu sebagai bentuk keputusasaan yang berlapis kasih, bukan semata tindakan pembuangan.
Kasus Serupa Pernah Terjadi di Sleman
Ironisnya, ini bukan pertama kalinya peristiwa serupa terjadi di Sleman. Sehari sebelumnya, warga di wilayah berbeda juga digemparkan oleh penemuan bayi perempuan yang ditinggalkan di depan rumah warga dengan kondisi hampir sama: terbungkus rapi di dalam kotak stereofoam bersama perlengkapan bayi baru.
Rangkaian peristiwa ini menambah panjang daftar kasus bayi ditinggalkan di Yogyakarta dalam beberapa bulan terakhir.
Meski sebagian besar masyarakat mengutuk tindakan meninggalkan anak, banyak pula yang menilai keputusan seperti itu lahir dari keputusasaan dan keterbatasan sosial ekonomi yang menekan para ibu muda.
Polisi Selidiki Identitas Orang Tua Bayi
AKP Salamun menegaskan, penyelidikan masih berlangsung. Polisi tengah menelusuri kemungkinan jejak CCTV dan meminta keterangan warga sekitar lokasi penemuan.
“Yang bersangkutan menulis agar tidak dilaporkan, namun tetap kami lakukan penyelidikan untuk memastikan bayi mendapat hak perlindungan penuh,” katanya.
Pihak kepolisian juga bekerja sama dengan Dinas Sosial Sleman untuk memastikan bayi Alexander mendapatkan pengasuhan yang layak selama proses penyelidikan.
Bayi mungil itu kini berada dalam pengawasan tenaga medis, sementara kisah haru di balik secarik surat itu terus menjadi perbincangan publik, pengingat bahwa di balik setiap keputusasaan, masih ada cinta seorang ibu yang tak padam meski dalam keterbatasan. (Eln)












