bernasnews – International Textile Manufacturers Federation (ITMF) Annual Conference & International Apparel Federation IAF World Fashion Convention 2025 diselenggarakan di Hotel Marriott Yogyakarta, Jumat-Sabtu (24-25/10/2025).
Konferensi yang dihadiri sekitar 350 tamu, terdiri 268 orang tamu mancanegara dan 89 oarng tamu dari dalam negeri ini, merupakan acara tahunan yang mempertemukan para pemimpin industri tekstil untuk membahas masa depan industri dan akan mencakup berbagai sesi, termasuk kunjungan pabrik dan diskusi komite.
“Pemerintah berharap, agar fasilitas-fasilitas pabrik, tekstil dan produk-produk turunnannya bisa tumbuh di Indonesia. Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo, pertumbuhan sektor tekstil 5,39% di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat membuka konferensi tersebut, Jumat (24/10).
Menurut menteri, sudah sejak lama masalah besar yang dihadapi oleh manufaktur itu adalah import. “Import ada dua kalau kita lihat. Import yang ilegal, ini problem besar. Import legal pun itu bisa menjadi problem besar karena masalah princing. Jadi untuk apa yang dilakukan nanti oleh Menteri Keuangan dalam memberantas mafia-mafia akan disambut dengan baik dan apresiasi,” kata dia.
Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menjadi tuan rumah penyelenggaraan international. conference ini bersama dengan organisasi ITMF dan IAF yang diikuti oleh lebih dari 350 delegasi dari berbagai negara. Termasuk perwakilan asosiasi tekstil dan fashion internasional, produsen, akademisi, serta para pemangku kebijakan industri tekstil dan fashion global.
Alasan mengapa Indonesia tepatnya Yogyakarta sebagai tuan rumah karena dinilai memiliki kekuatan kekayaan warisan seni, kerajinan, dan kreativitasnya.
Forum ini, forum internasional yang diselenggarakan setiap tahun. Tahun lalu diselenggarakan di Uzbekistan. Tahun ini kita mendapatkan kehormatan untuk menjadi tuan rumah. Dan kami pemerintah memberikan apresiasi yang sebesar besarnya kepada API,.” kata Agus Gumiwang. (mar/Syifa Alisyia)












