Lanterne Festival de Paris 2025 di Pantai Goa Cemara, Suguhkan Musik, Ribuan Lampion, dan Aksi Peduli Lingkungan pada 25 Oktober 2025

bernasnews – Langit Pantai Goa Cemara, Kabupaten Bantul, akan kembali dipenuhi ribuan cahaya lampion. “Lanterne Festival de Paris”, festival lampion terbang tahunan yang telah menjadi ikon wisata malam Yogyakarta, dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 25 Oktober 2025.

Tahun ini menjadi penyelenggaraan ke-8, sekaligus penanda bahwa kegiatan ini terus mendapatkan tempat di hati wisatawan.

Acara akan dimulai pukul 15.00 WIB, dengan tema “Keindahan Cahaya dan Harapan”. Sejak sore, suasana pantai akan dipenuhi panggung hiburan, bazar, dan interaksi wisatawan. Puncak acara dijadwalkan pada pukul 22.30 WIB, ketika ribuan lampion diterbangkan serentak ke langit selatan Yogyakarta.

Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Saryadi, menyebut festival ini bukan sekadar tontonan, tetapi ruang berkumpul dan berbagi harapan.

“Kami ingin masyarakat dan wisatawan merasakan energi positif, di mana setiap lampion yang terbang membawa harapan dan doa,” ujarnya seperti dikutip dari kabarjawa.com.

Hiburan Musik dan Pertunjukan Seni

Selain pelepasan lampion, panitia menghadirkan berbagai penampilan musik dan seni panggung. Sejumlah pengisi acara yang telah dikonfirmasi adalah:

  • Tri Suka Pari Suka
  • Secangkir Kustik feat Selin
  • Fire Dance Performance
  • Stand Up Comedy Show
  • ML Project Band
  • Bintang tamu utama: Tyok Satrio

Musik akustik, komedi, hingga pertunjukan api akan menjadi pengantar menuju malam puncak. Suara ombak dan angin laut selatan menambah nuansa romantis sekaligus syahdu menjelang penerbangan lampion.

Fokus pada Kebersihan dan Lingkungan

Meski sarat hiburan, penyelenggara tetap menekankan aspek lingkungan. Tahun ini, Inspiratif Production memperkenalkan program “Sayembara Sampah Lampion”, untuk mengajak peserta ikut membersihkan sisa lampion dan sampah setelah acara selesai.

Saryadi menegaskan pentingnya kesadaran lingkungan dalam setiap kegiatan wisata.

“Kami ingin memastikan festival ini tetap ramah lingkungan. Keindahan malam harus seimbang dengan kesadaran menjaga bumi,” katanya.

Panitia juga bekerja sama dengan warga sekitar untuk membersihkan area pantai. Targetnya, pada Minggu pagi Pantai Goa Cemara sudah kembali rapi.

Untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan pengunjung, panitia menggandeng berbagai instansi. Personel dari Polri, TNI AL, POLAIRUD, SAR, BPBD Bantul, dan LINMAS akan berjaga di titik-titik strategis di sepanjang pantai.

Layanan medis disiapkan selama 24 jam. Tim dari MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) dan RSU UII akan ditempatkan di area festival untuk penanganan cepat apabila terjadi kondisi darurat.

Festival Harapan dan Persaudaraan

Bagi masyarakat dan wisatawan, Lanterne Festival de Paris bukan hanya acara pelepasan lampion, tetapi simbol persatuan dan harapan. Saat ribuan cahaya melayang ke angkasa, setiap lampion menjadi doa yang membawa pesan syukur, harapan, dan cinta.

“Kami ingin menghadirkan momen di mana setiap orang bisa berhenti sejenak, menatap cahaya di langit, dan merasakan harapan baru,” lanjut Saryadi.

Dengan perpaduan musik, cahaya lampion, dan suasana tepi pantai, festival ini diperkirakan menjadi salah satu agenda wisata malam paling dinantikan di Yogyakarta tahun 2025. (Eln)