News  

Pemotor Adu Banteng di Patalan Bantul dengan Mobil karena Melambung di Jalan Menikung

Adu Banteng di Patalan/Foto: Polres Bantul

bernasnews— Sekitar pukul 21.15 WIB, suara benturan keras terdengar di Jalan Mangun Negoro, Kategan, Patalan, Kecamatan Jetis, Bantul. Suara berasal dari benturan keras dua kendaraan.

Menurut laporan PS Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, kecelakaan bermula ketika sepeda motor yang dikendarai korban melaju cukup cepat dari arah utara ke selatan. Setibanya di lokasi kejadian, tepat di sebelah utara warung Soto Daging Sapi Pak Min, motor korban melambung terlalu jauh ke kanan, melewati as jalan pada tikungan yang cukup tajam.

Di saat bersamaan, mobil Daihatsu Sigra yang dikendarai IAP datang dari arah berlawanan. Karena jarak yang terlalu dekat dan posisi kendaraan sudah di luar jalur, tabrakan keras tak bisa dihindari. Bagian kanan depan mobil menghantam sisi depan motor.

Benturan itu membuat motor korban ringsek parah di bagian depan. Handle rem bengkok, cover knalpot pecah, dan dek kanan tergores. Airbag mobil bahkan sempat mengembang. Polisi memperkirakan kerugian materi mencapai sekitar Rp2 juta.

Korban bernama Anjar Nugroho Yulianto, 20 tahun, warga Pundong, Bantul. Ia seorang wiraswasta muda yang sesekali melewati jalur tersebut saat pulang dari aktivitas malam.

Namun, malam itu, ia mengalami cedera kepala berat dan meninggal dunia setelah sempat dibawa ke RS Rahma Husada. Sementara itu, pengemudi mobil Daihatsu Sigra, IAP (34), warga Trimulyo, Jetis, Bantul, tidak mengalami luka.

Petugas dari Polsek Jetis bersama unit Laka Lantas Polres Bantul segera datang ke lokasi. Mereka langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa posisi kendaraan, serta mengamankan barang bukti.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Rahma Husada. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan pengemudi mobil untuk dimintai keterangan.

Iptu Rita Hidayanto mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat berkendara di malam hari, terutama di jalan menikung atau minim penerangan.

“Kecelakaan seperti ini bisa terjadi kapan saja kalau pengemudi tidak waspada,” tegasnya. (ef linangkung)