News  

Istimewa!!! Bank Sampah Restu Ibu Olah Ampas Kelapa Menjadi Kue Lezat

Bank Sampah Restu Ibu Olah Ampas Kelapa Menjadi Kue Lezat. foto: kiriman Kusnadi

bernasnews – Kue kering berwarna putih tua berbentuk bulat layaknya kue kering biasa berbahan tepung gandum . Namun ternyata bahan roti tersebut berasal dari limbah ampas kelapa.
” Kue kering tersebut dari ampas kelapa yang sebelumnya dibuat tepung. Baru diolah menjadi kue.” Jelas Bu Sukro atau biasa dipanggil Bu Elis ketua Bank Sampah Restu Ibu, saat menjelaskan kepada tim penilai kinerja kelompok Pengelola sampah kabupaten Sleman Jumat 17 Oktober 2025 di kantor Bank Sampah Restu Ibu Sambilegi Lor RT 06, RW 54, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta.

Ditambahkann Ketua BS Restu ibu bahwa pembuatan kue dari ampas kelapa mendapatkan pendampingan dari Kampus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Menurut pihak pendamping panganan tersebut aman.

” Secara tehnis, kebersihan, keamanan bahan pangan tersebut sudah melalui pengujian. Jadi aman untuk dikonsumsi.” Tambahnya.

Pendampingan berkelanjutan dari Kampus UAD menguatkan anggota BS Restu Ibu untuk mencoba variasi jenis kue berbahan tepung ampas Kelapa tersebut. Awalnya dari tepung tersebut diolah menjadi kue Muffin. Sekarang diuji coba menjadi kue kering.
” Rencananya waktu mendatang bisa mencoba membuat kue Brownies dari ampas Kelapa.”

Karena pembuatan kue berbahan ampas tahu belum merupakan skala industri. Jadi tidak setiap saat memproduksi, tergantung pesanan. Juga karena kue yang dihasilkan hanya kuat sekitar 3 bulan.
Pembuatan kue berbahan ampas kelapa baru produksi sebatas pesanan. Masih terbatas untuk kalangan sendiri. “Namun bila ada pesanan dari luar akan kita layani, sesuai kemampuan yang ada.” Jelas Elis.

Pembuatan kue berbahan ampas kelapa hanyalah sebagian dari kegiatan pengelolaan sampah organik yang dilakukan. Sebagai kelompok Bank sampah tetap terus berupaya mengajak warga untuk mengelola sampah, memilah sampah dan berusaha mengurangi timbulan sampah. Bank Sampah yang mulai berkegiatan dari tahu 2017 menempati bangunan kokoh tiga lantai cukup baik untuk aktifitas pengelolaan Bank Sampah.
“Sosialisasi kepada warga terus dilakukan. Untuk lebih meningkatkan pengelolaan sampah” Pungkasnya.

Dias Oktri Raka S dari Tim Kerja Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman mewakili Tim penilai menyampaikan bahwa yang mendapatkan kunjungan Visitasi adalah kelompok yang tertib dalam pengelolaan sampah baik itu kelompok Bank Sampah, Sodakoh Sampah ataupun TPS 3R. Tertib dalam pemilihan, sarana prasarana dan tertib administrasi.
“Kali ini merupakan penilaian hari terakhir. Dan pengumuman pemenang akan dilakukan di Kampung Proklim Lestari Sangurejo Turi Senin 20 Oktober 2025” jelas Dias. (Kusnadi/nun)