News  

Pemkot Yogyakarta Tambah Pos Damkarmat di Kawasan Alun-alun Utara untuk Percepat Penanganan Kebakaran

Pos Damkarmat baru akan dibangun di Alun-Alun Utara. (Ist)

bernasnews – Pemerintah Kota Yogyakarta berencana menambah satu Pos Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) di kawasan Alun-Alun Utara.

Penambahan ini bertujuan mempercepat waktu tanggap dan memperluas jangkauan layanan, khususnya untuk wilayah Kraton Yogyakarta dan barat daya kota yang belum terlayani secara optimal.

Perluasan Jangkauan dan Perlindungan Kawasan Strategis

Kepala Dinas Damkarmat Kota Yogyakarta, Taokhid, menjelaskan bahwa kawasan Kraton berada di luar radius ideal dari dua pos Damkarmat yang sudah ada, yaitu di Balai Kota dan Kyai Mojo.

“Kalau secara teknis, jangkauan maksimal satu pos berada dalam radius 2,4 kilometer. Kawasan Kraton itu berada di luar radius tersebut, jadi dari sisi teori memang perlu tambahan pos di sana,” ujar Taokhid, Rabu (15/10/2025).

Lokasi di Alun-Alun Utara dipilih karena berada di titik strategis, dekat dengan kawasan warisan budaya dunia yang diakui UNESCO, yaitu Sumbu Filosofi Yogyakarta. Pos baru ini diharapkan dapat memperkuat perlindungan terhadap aset budaya dan melayani wilayah barat daya kota.

“Pos di Alun-Alun Utara nantinya melayani kawasan Kraton, sekaligus memperkuat perlindungan terhadap kawasan sumbu filosofi. Selain itu, pos juga akan melayani wilayah barat daya kota yang kini belum terjangkau secara ideal,” imbuhnya.

Proses Perizinan dan Rencana Induk Damkarmat

Rencana pembangunan pos baru ditargetkan terealisasi pada akhir 2025. Namun, prosesnya masih menunggu serat palilah atau surat izin pemanfaatan tanah dari Kraton Yogyakarta, karena lokasi yang akan digunakan merupakan bangunan milik Kasultanan.

“Sebenarnya tinggal menunggu palilah dari Kraton karena bangunannya bukan milik Pemkot. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Kraton, tetapi titik pastinya belum final,” jelas Taokhid.

Penambahan pos ini merupakan bagian dari rencana induk sistem proteksi kebakaran Kota Yogyakarta. Berdasarkan peta kebutuhan ideal, kota ini seharusnya memiliki empat pos Damkarmat yang tersebar di titik strategis.

“Idealnya, ada empat pos di Yogyakarta. Saat ini baru dua, di Balai Kota dan Kyai Mojo. Rencana berikutnya ada tambahan di barat daya, yaitu Alun-Alun Utara, dan satu lagi di tenggara, sekitar kawasan Giwangan,” paparnya.

Untuk wilayah tenggara, Pemkot berencana memanfaatkan aset milik pemerintah di sekitar Terminal Giwangan dan Taman Budaya Embung Giwangan.

“Kemungkinan di tenggara bisa menyatu dengan kawasan Terminal Giwangan karena di sana juga terdapat objek vital dan aset Pemkot,” tambahnya.

Tantangan SDM dan Lalu Lintas Perkotaan

Taokhid juga menyoroti kebutuhan penambahan sumber daya manusia seiring bertambahnya pos Damkarmat. Untuk tahap awal, penyesuaian akan dilakukan dengan menggeser personel yang ada.

Meski waktu tanggap pemadam kebakaran di kawasan Alun-Alun Utara masih memenuhi standar pelayanan minimal nasional (maksimal 15 menit), angka tersebut masih di atas target internal Damkarmat Kota Yogyakarta, yaitu 10,5 menit.

“Kendalanya terutama di jalan sempit dan lalu lintas yang padat. Apalagi nanti ketika Yogyakarta semakin terhubung dengan tol, kepadatan bisa meningkat. Karena itu, cara paling efektif adalah mendekatkan layanan ke lokasi rawan,” ungkap Taokhid.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menyatakan komitmen Pemkot untuk segera merealisasikan pembangunan pos baru di Alun-Alun Utara.

“Kita akan coba realisasikan. Sekarang masih menunggu perizinan dari Kraton,” ujarnya. (Eln)