News  

Pengembangan Layanan Wisata, Pemkot Yogya Libatkan Pramuka Saka Pariwisata

Pramuka Saka Priwisata Kota Yogyakarta. (Foto: Istimewa)

bernasnews — Gerakan kepemudaan merupakan ciri khas Kota Yogyakarta, dimana anak-anak muda dilibatkan dalam pembangunan, berkarya dan berdaya. Dan pariwisata tidak lagi hanya soal destinasi, namun juga pengalaman dan kesan yang dimunculkan.

Hal itu dikemukakan Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan, saat hadiri acara Pelantikan dan Workshop Pramuka Saka Pariwisata, di De Laxton Yogyakarta, pada hari Jumat (10/10/2025).

Menurut Wawan, peran Saka Pariwisata dalam mendukung pengembangan layanan di Kota Yogyakarta tentu dapat menambah satu hal baik bagi wisatawan. Tentunya sebagai generasi muda yang tangguh dapat menciptakan pariwisata inklusif dan berkelanjutan.

“Ke depan Saka Pariwisata dapat terus dikuatkan branding-nya, sebagai salah satu unsur pendukung layanan pariwisata. Seperti misalnya melalui pakaian yang dikenakan bercirikhas Yogyakarta,” ujar Wawan, yang juga Pengurus KADIN DIY.

“Dalam membantu pariwisata Kota Yogyakarta nanti dikembangkan, misalnya pakaian pramuka dikombinasikan dengan ciri khas Kota Yogyakarta, bisa mengenakan Batik Segoro Amarto Reborn. Di mana secara filosofi, semangatnya sama dengan pramuka yaitu gotong royong,” lanjutnya.

Dikatakan, sinergi Pemkot dengan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta dapat terus diperkuat. Sebab banyak hal yang dapat dikolaborasikan, khususnya soal pengembangan potensi berbasis wilayah.

“Kami punya program One Village One Sister University, atau One Company juga One Organization, untuk itu kami harap teman-teman dari Pramuka Kota Yogyakarta bisa ikut terlibat, membuat program kolaborasi yang konkret untuk menggali potensi wilayah berbasis kampung,” harap Wawan Harmawan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko mengungkapkan, bahwa tahun 2025 ditargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Yogyakarta dapat mencapai Rp 700 Miliar, dimana 50 persen didukung dari sektor pariwisata.

Menurut Wahyu, sumber PAD hampir 50 persen dari pariwisata, adapun sisanya merupakan hasil dari multiplayer effect sektor pariwisata. Untuk itu memperhatikan hal sekecil apapun guna mendukung kemajuan sektor pariwisata ini penting bagi agenda pembangunan.

“Seperti halnya melalui potensi teman-teman Pramuka Saka Pariwisata, yang membantu kegiatan Tourist Information Services pada moment tertentu,” ujarnya.

Ada 34 anggota baru Saka Pariwisata, yang akan bertugas pada long weekend Natal dan Tahun Baru di bulan Desember 2025 mendatang. “Mereka akan memberikan pelayanan prima bagi para wisatawan bersama relawan lainnya, dalam memberikan informasi terkait pariwisata Kota Yogyakarta,” pungkas Wahyu Hendratmoko. (ted)