News  

Sadis, Pedagang Bakwan Kawi Ditusuk Berkali-kali saat Membuat Adonan di Gondomanan

Tragedi Pedagang Bakwan Kawi/Foto: Prima Center

bernasnews– Seorang pedagang bakwan kawi, ZA (33), warga Panggang, Gunungkidul, tiba-tiba menjadi korban penusukan brutal saat tengah membuat adonan dagangannya.

Korban yang setiap sore melayani pelanggan itu, mendadak roboh bersimbah darah. Pisau dapur justru berubah menjadi senjata tajam yang menancap di tubuhnya.

Tragedi Pedagang Bakwan Kawi

PS Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Gandung H, menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 11 Oktober 2025, sekitar pukul 15.00 WIB di depan Bank BPD Mikro DIY, Jalan Pabringan, Gondomanan, Kota Yogyakarta.

“Benar telah terjadi penganiayaan atau penusukan terhadap seorang pedagang bakwan di lokasi tersebut. Petugas langsung mendatangi tempat kejadian begitu menerima laporan dari masyarakat,” ujar Iptu Gandung.

Saat petugas dari Polsek Gondomanan tiba di lokasi, suasana masih kacau. Beberapa saksi terlihat berteriak meminta tolong, sementara korban sudah terkulai lemah dengan luka tusuk di tubuhnya.

Korban bernama ZA, seorang pedagang bakwan kawi berusia 33 tahun. Ia berasal dari Warak, Giri Sekar, Panggang, Gunungkidul. Lalu, pelaku bernama RH (36), warga Sulang Lor, Patalan, Jetis, Bantul, yang bekerja sebagai karyawan swasta. Polisi masih mendalami hubungan antara keduanya.

Keterangan Saksi

Dua orang saksi di lokasi, Elza A.M. (27) warga Taman Patehan Kraton, dan RY (33) warga Lampung Utara yang berdomisili di Jetis, Bantul, menjadi saksi mata peristiwa keji itu.

Berdasarkan keterangan saksi, siang itu korban sedang sibuk membuat adonan bakwan di lapaknya. Tidak ada tanda-tanda pertikaian. Tiba-tiba, pelaku datang, mengambil pisau yang tergeletak di dekat meja, lalu menusuk korban dari belakang sebanyak tiga kali.

Tusukan itu mengenai punggung korban, membuatnya jatuh tersungkur. Saksi kedua berusaha menahan agar pelaku tidak menusuk leher korban, tapi pelaku justru kembali menusuk tangan kanan korban dua kali.

“Korban sempat berlari menyelamatkan diri, sementara saksi pertama datang membantu menahan pelaku,” ungkap Iptu Gandung.

Beberapa warga akhirnya berhasil melumpuhkan pelaku dan menyerahkannya ke pos Jogomaton sebelum dibawa ke Polresta Yogyakarta. Mereka lalu melarikan korban ke RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.

Petugas mencatat, korban mengalami empat luka tusuk di punggung dan dua luka tusuk di tangan kanan. Barang bukti berupa satu pisau dapur berdarah diamankan oleh petugas untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.

Hingga berita ini tayang, korban masih menjalani perawatan intensif. Kondisinya stabil tapi lemah akibat kehilangan banyak darah.

“Motif pelaku masih dalam penyelidikan. Kami sedang memeriksa pelaku dan para saksi,” kata Iptu Gandung.

Ia menegaskan, penyidik akan mendalami apakah penusukan itu dipicu oleh masalah pribadi, dendam, atau gangguan emosi sesaat.

“Yang jelas, ini adalah kasus penganiayaan berat dan pelaku akan diproses sesuai hukum,” tegasnya. (ef linangkung)