bernasnews – Suasana tenang di Dusun Plumutan, Kalurahan Mulyodadi, Kapanewon Bambanglipuro, Bantul, mendadak berubah menjadi kepanikan pada Kamis, 9 Oktober 2025 siang.
Sekitar pukul 12.45 WIB, rumah milik pasangan suami istri Ramlan dan Suminah tiba-tiba dilalap api di tengah teriknya matahari.
Dalam hitungan menit, kobaran api menjalar cepat ke atap dan dinding, membuat warga berlarian panik sambil berteriak meminta bantuan.
Menurut keterangan PS Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, kebakaran bermula ketika Ramlan baru saja kembali dari sawah setelah mencari rumput untuk pakan ternaknya.
“Saat itu, korban duduk di selatan rumah dan tiba-tiba melihat asap mengepul dari arah dapur. Seketika ia berteriak memanggil tetangganya,” jelas Rita seperti dikutip dari tugujogja.id.
Teriakan Ramlan menggema di siang yang sunyi. Dengan suara gemetar, ia menjerit, “Kae omahku kobongan!” — yang berarti “Itu rumahku kebakaran!” dalam bahasa Jawa. Teriakan itu sontak membuat warga sekitar terkejut dan berhamburan keluar rumah.
Salah satu warga, Mijem, yang saat itu sedang menyiapkan minuman untuk Ramlan di dalam rumah, langsung terkejut mendengar suara panik tersebut. Ia berlari keluar sambil membawa minuman yang belum sempat disajikan dan meminta bantuan dari tetangga sekitar.
Beberapa warga lain seperti Wajim (60) dan Jumarinem (63) segera berlari ke lokasi dengan membawa ember dan air seadanya.
“Warga langsung bergerak cepat menyiram bagian dapur yang sudah terbakar. Namun api semakin membesar karena tiupan angin cukup kencang siang itu,” tambah Iptu Rita Hidayanto.
Warga dan Petugas Bahu Membahu Padamkan Api
Upaya pemadaman sempat berlangsung dengan alat seadanya. Beberapa warga, termasuk Jumarinem, memanggil anaknya, Asep, untuk membantu memadamkan api yang semakin membesar.
Mereka bergotong royong sambil menunggu bantuan dari tim pemadam kebakaran. Suara teriakan dan siraman air terdengar bersahut-sahutan di antara asap tebal yang mulai menutupi langit-langit rumah.
Sekitar dua puluh menit kemudian, dua unit mobil pemadam dari BPBD Kabupaten Bantul tiba di lokasi. Petugas langsung bergerak cepat menyemprotkan air ke titik api yang masih menyala di bagian dapur dan ruang tengah. Setelah hampir satu jam berjibaku di bawah terik matahari, api akhirnya berhasil dijinakkan sepenuhnya.
Di lokasi kejadian, Kapolsek Bambanglipuro, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana, turut memimpin langsung pengamanan. Ia memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.
“Alhamdulillah, pemilik rumah selamat. Hanya saja kerugian material ditaksir mencapai Rp20 juta,” ujarnya.
Dugaan Awal: Korsleting Listrik
Usai api berhasil dipadamkan, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan sementara, dugaan kuat sumber api berasal dari korsleting listrik di area dapur.
Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Sisa rumah Ramlan kini hanya menyisakan arang dan puing bangunan. Perabotan rumah tangga hangus tak tersisa. Warga sekitar masih tampak membantu membersihkan sisa-sisa kebakaran sambil menenangkan pemilik rumah yang terlihat masih syok.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi warga untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama saat siang hari ketika suhu udara cukup tinggi.
Polisi mengimbau agar masyarakat memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman dan tidak menggunakan kabel atau peralatan yang sudah rusak. (Eln)












