News  

Ide Khutbah Jumat 10 Oktober 2025: Persiapan Ramadan 2026

Ilustrasi naskah khutbah Jumat 27 Februari 2026. (Pixabay.com)

bernasnews – Menjelang pelaksanaan salat Jumat pada 10 Oktober 2025, para khatib di berbagai masjid dapat mempersiapkan diri dengan baik agar pesan yang disampaikan benar-benar menggugah hati jamaah.

Salah satu cara terbaik adalah dengan menyiapkan naskah khutbah Jumat yang relevan dengan kondisi umat dan waktu yang sedang dijalani.

Salah satu tema yang sangat tepat untuk diangkat adalah “Persiapan Menyambut Ramadan 2026”  sebuah tema yang mengajak umat Islam merenungkan kembali makna ketakwaan, kebahagiaan, serta kesiapan hati dan amal menjelang datangnya bulan penuh berkah.

Melansir dari jombang.nu.or.id, berikut rekomendasi naskah khutbah Jumat 10 Oktober 2025 yang dapat menjadi inspirasi bagi para khatib.

Mari Berbahagia Menyambut Ramadan 2026

Sebagai makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diciptakan paling sempurna, manusia tidak memiliki alasan untuk tidak meningkatkan kualitas ketakwaannya.

Takwa merupakan sebaik-baiknya bekal dalam kehidupan dunia sebelum kita kembali menghadap ke hadirat Allah. Oleh karena itu, marilah kita bersungguh-sungguh menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan yang telah ditetapkan.

Khutbah Pertama

Jamaah Jumat rahimakumullah,
Tanpa terasa, kita telah memasuki penghujung bulan Sya‘ban. Itu artinya, bulan Ramadan yang penuh berkah sudah semakin dekat.

Ma‘asyiral Muslimin yang dirahmati Allah, kita semua mengetahui bahwa bulan Ramadan adalah bulan yang penuh rahmat dan keutamaan. Allah menjadikan bulan ini begitu istimewa, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيمٌ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، شَهْرٌ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، جَعَلَ اللهُ صِيَامَهُ فَرِيضَةً، وَقِيَامَ لَيْلِهِ تَطَوُّعًا، وَهُوَ شَهْرُ الصَّبْرِ، وَالصَّبْرُ ثَوَابُهُ الْجَنَّةُ، وَشَهْرُ الْمُوَاسَاةِ، مَنْ فَطَّرَ فِيهِ صَائِمًا كَانَ لَهُ مَغْفِرَةً لِذُنُوبِهِ، وَعِتْقَ رَقَبَتِهِ مِنَ النَّارِ، وَكَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَجْرِهِ شَيْءٌ. قُلْنَا: يَا رَسُولَ اللهِ، لَيْسَ كُلُّنَا يَجِدُ مَا يُفَطِّرُ الصَّائِمَ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يُعْطِي اللهُ هَذَا الثَّوَابَ مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا عَلَى مَذْقَةِ لَبَنٍ أَوْ تَمْرَةٍ أَوْ شَرْبَةٍ مِنْ مَاءٍ، وَمَنْ أَشْبَعَ صَائِمًا سَقَاهُ اللهُ مِنْ حَوْضِي شَرْبَةً لَا يَظْمَأُ حَتَّى يَدْخُلَ الْجَنَّةَ، وَهُوَ شَهْرٌ أَوَّلُهُ رَحْمَةٌ، وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ، وَآخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ (رواه البيهقي وابن خزيمة وغيرهما)

“Wahai umat manusia, telah datang kepada kalian bulan agung yang penuh berkah, bulan yang di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasa pada bulan itu sebagai kewajiban dan menghidupkan malamnya sebagai kesunnahan. Bulan kesabaran, dan pahala kesabaran adalah surga. Bulan kasih sayang dan santunan, siapa pun yang memberi makanan berbuka kepada orang berpuasa maka diampuni dosanya, dibebaskan dari neraka, serta mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang berpuasa tanpa dikurangi sedikit pun.”
(HR al-Baihaqi, Ibnu Khuzaimah, dan lainnya)

Para sahabat bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, tidak semua di antara kami memiliki sesuatu untuk memberi makan orang yang berpuasa.” Lalu beliau menjawab:

“Allah memberikan pahala itu kepada siapa pun yang memberi makanan berbuka walau hanya seteguk air, sebutir kurma, atau sedikit susu. Barang siapa memberi minum orang yang berpuasa, maka Allah akan memberinya minum dari telagaku hingga ia tidak merasa haus sampai masuk surga. Ramadan adalah bulan yang awalnya penuh rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari api neraka.”

Makna dan Hikmah Hadis tentang Ramadan

Dari hadis tersebut, ada dua pesan penting yang perlu direnungkan:

Pertama, umat Islam diajak untuk bergembira menyambut Ramadan dan tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Kasih sayang Allah terbuka begitu lebar di bulan tersebut  sesuatu yang tidak ditemukan pada bulan lainnya.

Kedua, setiap muslim didorong untuk meningkatkan rasa empati dan kepedulian sosial, misalnya dengan berbagi makanan untuk berbuka puasa. Sekecil apa pun bentuk kebaikan itu, seperti memberi seteguk air atau sebutir kurma, tetap akan mendatangkan kebahagiaan bagi sesama.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Betapa mulianya bila kita benar-benar dipertemukan dengan Ramadan tahun depan. Jadikan bulan suci itu sebagai sarana untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta‘ala, memperbanyak amal saleh, memperkuat istikamah, dan menumbuhkan jiwa sosial.

Sungguh, sangat rugi bila Ramadan hanya dilewati tanpa makna, padahal saat itu pintu-pintu ampunan dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup.

Keistimewaan Bulan Ramadan

Banyak penjelasan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengenai keistimewaan Ramadan. Beberapa di antaranya adalah:

Allah membebaskan penghuni neraka setiap malam di bulan Ramadan.

Rasulullah bersabda:

“Jika awal Ramadan tiba, setan-setan dan jin dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup tanpa ada yang terbuka, dan pintu-pintu surga dibuka tanpa ada yang tertutup. Lalu terdengar seruan: ‘Wahai pencari kebaikan, datanglah! Wahai pencari kejahatan, tahanlah dirimu!’ Dan pada setiap malam Allah membebaskan hamba-hamba-Nya dari neraka.”
(HR Tirmidzi)

Puasa Ramadan menjadi penebus dosa hingga Ramadan berikutnya.
Rasulullah bersabda:

“Shalat lima waktu, Jumat ke Jumat berikutnya, dan Ramadan ke Ramadan berikutnya merupakan penghapus dosa di antara keduanya, selama tidak dilakukan dosa besar.”
(HR Muslim)

Memberi buka puasa mendapat pahala seperti orang yang berpuasa.
Rasulullah bersabda:

“Barang siapa memberi makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa tersebut.”
(HR Ahmad)

Doa orang yang berpuasa mustajab.
Rasulullah bersabda:

“Ada tiga doa yang tidak tertolak: doa orang yang berpuasa, doa orang yang sedang bepergian, dan doa orang yang teraniaya.”
(HR Baihaqi)

Penutup Khutbah Pertama

Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita sambut Ramadan 2026 dengan hati yang bersih, niat yang tulus, dan persiapan spiritual yang matang. Gunakan waktu satu bulan itu untuk memperbanyak amal saleh, mempererat ukhuwah, dan memperdalam rasa syukur. Ramadan hanyalah satu bulan dari dua belas bulan dalam setahun — waktu yang singkat, namun sangat berharga bila dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

Ma‘asyiral Muslimin rahimakumullah,

Marilah kita mempertebal ketakwaan kepada Allah Yang Maha Agung. Ketahuilah bahwa Allah memerintahkan kita untuk senantiasa bershalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana firman-Nya:

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian kepadanya dan ucapkanlah salam penghormatan.”

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ…

Selanjutnya, marilah kita berdoa agar Allah mengampuni dosa-dosa seluruh umat Islam, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ…

Ya Allah, jauhkanlah negeri kami dan negeri-negeri kaum muslimin dari berbagai bencana, wabah, kemungkaran, dan fitnah. Jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang selalu bersyukur dan berpegang teguh pada keadilan dan kebaikan.

إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ…

Fadzkurullaha ya dzkurkum, waladzikrullahi akbar.

Semoga khutbah hari ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk bersiap menyambut Ramadan 2026 dengan penuh semangat, keikhlasan, dan kebahagiaan.

***