bernasnews — Cuaca cerah berawan yang terlihat sejak pagi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diperkirakan tidak berlangsung lama.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan akan terjadi hujan ringan di beberapa wilayah DIY pada Jumat, 10 Oktober 2025. Perubahan cuaca ini menjadi tanda awal masuknya periode hujan di wilayah selatan Jawa.
Kondisi Cuaca Siang hingga Sore Hari
Sejak pagi, udara di wilayah Yogyakarta terasa hangat dengan langit yang sebagian berawan.
Memasuki siang hingga sore hari, BMKG memprediksi awan mendung akan mulai terbentuk di beberapa wilayah seperti Sleman bagian utara, Kulon Progo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara.
Ketiga wilayah tersebut berpotensi mengalami hujan ringan terlebih dahulu dibandingkan daerah lain di DIY.
Pada malam hari, kondisi cuaca cenderung berawan kembali. Namun, potensi hujan belum sepenuhnya hilang.
BMKG menyebutkan adanya kemungkinan hujan ringan hingga sedang pada dini hari, terutama di wilayah selatan seperti Bantul bagian selatan dan Kulon Progo bagian selatan.
Cuaca tersebut diperkirakan menambah kesejukan udara malam, meskipun warga tetap diminta berhati-hati saat berkendara karena jalan yang mungkin licin.
Suhu udara di seluruh wilayah DIY diperkirakan berada pada kisaran 22 hingga 32 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan mencapai 95 persen.
Kondisi ini menunjukkan atmosfer sudah mulai lembap dan mengandung cukup banyak uap air, menandai awal peralihan menuju musim penghujan. Angin bertiup dari arah tenggara hingga selatan dengan kecepatan antara 5 sampai 25 kilometer per jam.
Kondisi Laut dan Imbauan untuk Warga
Bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir selatan, BMKG memprediksi tinggi gelombang laut di perairan Yogyakarta berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter.
Kategori gelombang sedang ini menjadi peringatan agar nelayan tetap waspada saat melaut, terutama pada dini hari ketika potensi hujan meningkat.
Meski demikian, hingga saat ini BMKG belum mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem. Artinya, kondisi cuaca masih tergolong aman dari potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir atau tanah longsor.
Namun, masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati terhadap genangan air atau jalanan licin yang mungkin terjadi setelah hujan ringan turun.
Perubahan cuaca yang terjadi ini menjadi sinyal bahwa musim penghujan mulai mendekat. Dari lereng Gunung Merapi hingga pesisir Parangtritis, Yogyakarta bersiap menyambut datangnya hujan pertama di bulan Oktober.
Rintik hujan yang diperkirakan turun pada Jumat ini diharapkan membawa kesejukan serta menjadi awal transisi dari musim kemarau yang panjang.












